Aggregatibacter actinomycetemcomitans dikenal sebagai bakteri patogen penyebab periodontitis agresif. karakteristik bakteri aggregatibacter actinomycetemcomitans adalah bakteri gram negatif, anaerob fakultatif, dan memiliki dinding sel yang terdiri dari tiga lapisan, dengan lapisan peptidoglikan lebih tipis dan lapisan lemak lebih tebal. penelitian ini menggunakan gracilaria verrucosa hasil perairan liar aceh dan pertambakan karawang. rumput laut ini mengandung senyawa flavonoid, saponin dan steroid yang dapat dijadikan sebagai antibakteri, dan senyawa flavonoid dan fenolik dijadikan sebagai antioksidan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak gracilaria verrucosa asal aceh dan karawang terhadap aggregatibacter actinomycetemcomitans dengan mengamati konsentrasi hambat minimum (khm) dan konsentrasi bunuh minimum (kbm). metode maserasi digunakan untuk menghasilkan ekstrak gracilaria verrucosa dengan pelarut etil asetat. konsentrasi yang digunakan pada penelitian ini adalah 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,562%. hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak gracilaria verrucosa asal aceh memiliki potensi antibakteri dengan khm pada konsentrasi 1,562% dengan rata-rata pertumbuhan koloni yaitu 72,3 cfu/ml sedangkan kbm pada konsentrasi 50% dengan rata-rata pertumbuhan koloni 1 cfu/ml, sedangkan ekstrak gracilaria verrucosa asal karawang memiliki potensi antibakteri dengan khm pada konsentrasi 1,562% dengan rata-rata pertumbuhan koloni yaitu 112 cfu/ml dan kbm pada konsentrasi 12,5% yang ditandai dengan tidak adanya pertumbuhan koloni bakteri.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUM (KBM) EKSTRAK RUMPUT LAUT (GRACILARIA VERRUCOSA) ASAL ACEH DAN KARAWANG TERHADAP PERTUMBUHAN AGGREGATIBACTER ACTINOMYCETEMCOMITANS. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Gigi,2025
Baca Juga : PERBEDAAN KHM DAN KBM EKSTRAK RUMPUT LAUT (GRACILARIA VERRUCOSA) ASAL ACEH DAN KARAWANG TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS (PADA BERBAGAI KONSENTRASI) (MIFTAHUL JANNAH, 2025)
Abstract
Aggregatibacter actinomycetemcomitans is known as a pathogenic bacteria that causes aggressive periodontitis. The characteristics of Aggregatibacter actinomycetemcomitans bacteria are Gram-negative, facultative anaerobic bacteria, and have cell walls consisting of three layers, with a thinner peptidoglycan layer and a thicker fat layer. This study utilized Gracilaria verrucosa obtained from wild waters in Aceh and aquaculture farms in Karawang. This seaweed contains flavonoids, saponins, and steroids, which serve as antibacterial agents, while flavonoids and phenolics also function as antioxidants. The study aimed to determine the antibacterial potential of Gracilaria verrucosa extracts from Aceh and Karawang against Aggregatibacter actinomycetemcomitans by observing the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC)). The maceration method was used to produce Gracilaria verrucosa extract with ethyl acetate solvent. The concentrations used in this study were 100%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, 1.562%. The results of the study showed that the extract of Gracilaria verrucosa from Aceh has antibacterial potential with MIC at a concentration of 1.562% with an average colony growth of 72.3 CFU/ml while the MBC at a concentration of 50% with an average colony growth of 1 CFU/ml, while the extract of Gracilaria verrucosa from Karawang has antibacterial potential with MIC at a concentration of 1.562% with an average colony growth of 112 CFU/ml and MBC at a concentration of 12.5% which is indicated by the absence of bacterial colony growth.
Baca Juga : EFEK ANTI BAKTERI EKSTRAK DAUN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) TERHADAP PERTUMBUHAN AGGREGATIBACTER ACTINOMYCETEMCOMITANSSECARA IN VITRO (RISA YULANDA MAGISTRA, 2016)