Fungsi seksual menjadi fokus utama yang tidak boleh diabaikan dalam kehidupan berkeluarga. ketika fungsi seksual menurun dapat menyebabkan kehilangan berbagai keuntungan dari fungsi seksual, seperti keintiman dan kesenangan yang dapat mengancam ikatan romantis antara pasangan. kondisi ini juga dapat memicu konflik, perselingkuhan, atau bahkan putusnya hubungan yang dapat mempengaruhi psikologis ibu. penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran fungsi seksual ibu selama kehamilan di wilayah kerja puskesmas aceh besar. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif eksploratif dan pendekatan cross-sectional study. populasi penelitian berjumlah 4.448 ibu hamil dengan sampel penelitian berjumlah 108 ibu hamil yang ditentukan menggunakan teknik non random probability dan dipilih berdasarkan purposive sampling. alat pengumpulan data menggunakan kuesioner female sexsual function index (fsfi) dengan hasil skor uji validitas (p < 0,001) dan nilai nilai cronbach alpha r = 0,79-0,86 dan untuk skala total r = 0,88. hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,2% ibu mengalami disfungsi seksual selama kehamilan. faktor yang dapat mempengaruhi fungsi seksual ibu hamil meliputi, perubahan fisiologis dan psikologis yang dialami ibu selama kehamilan, tingkat pendidikan, pekerjaan, status gravida, dan jumlah anak. diharapkan untuk pihak puskesmas agar dapat memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang seksualitas selama kehamilan, untuk meningkatkan pemahaman ibu mengenai perubahan fisiologis dan psikologis selama kehamilan yang dapat mempengaruhi kehidupan seksual sehingga ibu dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN FUNGSI SEKSUAL IBU SELAMA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2025
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN FISIK DENGAN PENURUNAN KEGIATAN SEKSUAL IBU HAMIL DI PUSKESMAS PEMBANTU KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA MADYA BANDA ACEH (Fakhrul Riza, 2014)
Abstract
Sexual function plays a crucial role in family life and should not be overlooked. A decline in sexual function can result in the loss of intimacy and pleasure, potentially weakening the romantic bond between partners. This deterioration may also lead to conflicts, infidelity, or even relationship breakdowns, which may affect the mother's psychological well-being. This study aimed to determine maternal sexual function during pregnancy in the working area of community health centers in Aceh Besar Regency. Employing a quantitative method with an exploratory descriptive design and a cross-sectional approach, this study sampled 108 pregnant women from a population of 4,448 using a non-random probability technique and purposive sampling. Data were collected using the Female Sexual Function Index (FSFI) questionnaire, which demonstrated strong validity (p < 0.001) and reliability, with Cronbach’s alpha values ranging from 0.79 to 0.86 and an overall scale reliability of 0.88. The results indicated that 85.2% of the participants experienced sexual dysfunction during pregnancy. Factors influencing sexual function included the physiological and psychological changes associated with pregnancy, as well as education level, occupation, gravida status, and number of children. The findings suggested the need for health centers to provide education about sexuality during pregnancy in order to enhance the pregnant women’s understanding of the changes they experience and facilitating better adaptation to these conditions.
Baca Juga : HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITURRAHMAN BANDA ACEH (NASRAH PITRI, 2016)