Agus bambang wiromo. perubahan sifat fisika uitisol melalui pemberian bahan organik pada beberapa tingkat kadar air tanah terhadap pertumbuhan dan hasil jagung (di bawah bimbingan mrusli alibasyah sebagai ketua dan sufardi sebagai anggota) masalah yang umum dihadapi dalam pengembangan tanaman jagung dilahan kering adalah tingkat produktivitasnya yang rendah hal ini disebabkan lahankering yang diusahakan umumnya didominasi oleh ultisol, yang mempunyai sifat fisika dan kimia yang buruk. ultisol memiliki kandungan bahan organik dilapisan olah kurang dani5%, infiltrasi dan perkolasi lambat, stabilitas agregrat kurang mantap dan jumlah air yang tersedia untuk tanaman kurang oleh karena itu untuk pengelolaan usaha tani pada ultisol diperlukan penelitian lebih lanjut sejauh mana perbaikan sifat fisika ultisol melalui pemberian bahan organik pada beberapa tingkat kadar air tanah dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung tujuan penehitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik pada beberapa tingkat kadar air tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung penelitian ini dilakukan di kebun dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura provinsi nanggroe aceh darussalam mulai bulan januani sampai dengan mei 2002. penelitian ini menggunakan tanah ordo ultisol dani jantho kecamatan seulimum kabupaten aceh besar dan bahan organmik yang digunakan adalah pupuk kandang yang diperoleh dari desa pango banda aceh penanaman jugung dilakukan dalam timba plastik sebanyak 27 buah yang dibagi dalam tiga ulangan dan masing masing ulangan berjumlah 9 timba penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu: (1) pemberian bahan organik (p) terdiri atas tiga taraf yaitu; tanpa pupuk kandang (po), pupuk kandang i0 ton ha'(p,) dan pupuk kandang 20 1on.ha'(p). (2) tingkat ketersediaan air tanah (a), terdiri atas 3 taraf yaitu; 100 % air tersedia (a,), 75 % air tersedia (a) dan 50 % air tersedia (a3) sifat-sifat tanah yang diamati sebelum penelitian adalah (i) sifat fisika tanah yang terdini dari, bobot isi tanah 1,46 g.cm', poni drainase cepa1 14,60 % kadar air kapasitas lapang 46,15 %, kadar air titik layu permanen 24,13 % kadar air kerning udara 11,73%, kandungan pasir 16 %, debu 35 % dan liat 49 %, (2) sifat kimia tanah terdiri dari : ph h2o 4,80, ph kc14,10 dan ai-dd 4 me/100 g hasil penelitian terdapat pengaruh pemberian bahan organik terhadap bobot isi tanah, porositas total tanah, permeabilitas tanah, jumlah penggunaan air, efisiensi penggunaan air, bobot kerning biji, bobot kering berangkasan dan tinggi tanaman bobot isi tanah tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa bahan organik (138 g.cm) pori total tanah tertinggi terdapat pada pemberian bahan orgamik 20 ton.ha" (48,93 %), permeabilitan tanah tertinggi pada perlakuan bahan organik 20 ton.ha ( 1,74 cm jam '), jumlah penggunaan air tertinggi terdapat pada perlakuan bahan orgaik 20 tonha '( 88,75 1pot'), efisiensi penggunaan air tertinggr terdapat pada perlakuan bahan orgaik 20 ton ha' (86,00%) sementama bobot kerning biji, bobot kering berangkasan dan tinggr tanaman umur 60 hani setelah tanam tertigg dijumpa pada perhakuan bahan organik 20 tonha'yaitu 78,45 gpot', 267,89 gpot' dan 119,27 cm kadar air tanah mempengaruhi jumlah penggunaan air, bobot kering biji, bobot kering berangkasan dan tinggi tanaman pada umur 60 hani setelah tanam jumlah penggunaan air, bobot kering biji, bobot kering berangkasan dan tinggr tanaman tertinggi dijumpair pada perlakuan 100 % air tanah tersedia yaitu masing-masing 88,711 pot', 64,78 gpot', 220,89 gpot' dan 119,42 cm kombinasi perlakuan pemberian bahan orgarik dan kadar air tanah tidak mempengaruhi bobot isi tanah, porositas total tanah, permeabilitas tanah dan tinggr tanaman sarpai urmur 45 hani setelah tanah, tetapi membeni pengaruh pada jumlah penggunaan air, efisiensi pengunaan air, bobot kering, biji, bobot kering berangkasan dan tnggr tanaman pada umur 60 han setelah tanam jumlah penggunaan air, bobot kering biji, bobot kering berangksan dan tnggr tanaman pada umur 60 hani setelah tanam dijumpai tertinggi pada perlakuan bahan orgamik 20 ton.ha dengan 100 % air tanah tersedia, sedangkan efisiensi penggunaan air tertinggr djumpar pada perlakuan bahan organik 20 ton,ha'dengan 75% air tanah tersedia
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENINGKATAN SIFAT FISIKA ULTISOL MELALUI PEMBERIAN BAHAN ORGANIK PADA BEBERAPA TINGKAT KADAR AIR TANAH TERHADAP PERTUMUHAN DAN HASIL JAGUNG. Banda Aceh prog. studi magister pertanian,2003
Baca Juga : PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS PUPUK HIJAU UNTUK PERBAIKAN SIFAT KIMIA TANAH DAN PERTUMBUHAN JAGUNG PADA ULTISOL (Nurseptisan Faralmiko, 2024)