Kolam penampung merupakan salah satu bangunan utama dari bangunan rumah pompa yang berfungsi sebagai tempat penampungan air sementara sebelum dibuang/dialirkan ke laut. pembangunan kolam penampung ini membutuhkan dana yang besar dan waktu yang panjang, sehingga pembangunannya diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan seluruh anggaran biaya yang ada. untuk mendapatkan biaya terendah atau optimasi biaya tanpa menghilangkan nilai fungsinya yaitu dengan melakukan penerapan rekayasa nilai (value engineering). untuk melakukan penerapan rekayasa nilai, digunakan dengan metodologi rencana kerja rekayasa nilai yang terdiri dari 6 (enam) tahap proses pengolahan dan analisis data yaitu tahap informasi, tahap analisis fungsi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap pengembangan dan tahap pelaporan. dari hasil penerapan rekayasa nilai diperoleh rangking pertama untuk pembangunan dinding kolam penampung adalah sheetpile precast dengan biaya sebesar rp. 1.477.475.664,94, rangking kedua beton bertulang konvensional dengan biaya sebesar rp. 2.492.135.403,48 dan rangking ketiga adalah pasangan batu mortar dengan biaya sebesar rp. 1.401.551.631,28. penerapan rekayasa nilai (rn) ini disarankan sebaiknya dilakukan pada awal proyek untuk mengoptimalkan penghematan biaya proyek lebih baik sesuai dengan tujuan rekaya nilai (rn) itu sendiri. kata kunci : rekayasa nilai, nilaifungsi, optimasi biaya
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENERAPAN REKAYASA NILAI PADA PEMBANGUNAN KOLAM PENAMPUNG (STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN RUMAH POMPA DI BANDA ACEH). Banda Aceh Prog. Studi Magister Teknik Sipil,2010
Baca Juga : PEMILIHAN POMPA UNTUK PENANGGULANGAN BANJIR KECAMATAN KUTARAJA - KOTA BANDA ACEH (Rudi Mardian Saputra, 2024)
Abstract
Baca Juga : RANCANGAN KERAN AIR OTOMATIS TEPAT GUNA PADA TANGKI PENAMPUNG AIR (Sumarwan, 2021)