Kulit pisang biasanya hanya diadikan sampah organik atau makanan terak, padahal kulit pisang merupakan sampah yang masih mengandung karbohidrat, vitamin, mineral dan sejumlah bahan organik, sehingga masih dapat dimanfaatkan proses bioteknologi telah mampu memanfaatkan kulit pisang untuk pembuatan selulosa bakten yaitu nata dan kulit pisang atau disebut juga nata de banana skin nata merupakan selulosa hasil sintesa gula (glukosa, sukrosa dan kemudian glukosa tersebut digabungkan dengan asam lemak membentuk prekursor pembentukan nata ini merupakan sintesis polisakarida oleh bakten acetobacter rytum darn gula-gula sederhana baik dalam bentuk sukrosa, glukosa dan maltosa gula (sukrosa) yang ditambahkan pada medium berfungsi sebagai sumber nutrisi pertumbuhan dan aktrvitas bakten acetobacter rylimum yang membentuk jalinan benang dan merupakan hasil ekrest proses metabolisme. selaput berang yang dilepas oleh acetobacter umum akan membentuk nata pada permukaan medium dimana dengan adanya penambahan gula, aktivitas bakteri acetobacter umum dapat berlangsung terus dalam membentuk nata penelitan ini berturuan untuk menentukan konsentrast gula dan starter acetobacter xylinum terbak sehingga dapat meningkatkan mutu nata de banana ini yang dihasilkan. rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (ral) pola faktoral yang terdiri atas 2 faktor, yaitu faktor a (konsentrasi gula) dan faktor b (konsentrasi starter) faktor a, konsentrasi gula terdint atas taraf yaitu a, 5%, a, i0%, dan a 15% dan bobot media faktor b, konsentrasi starter terdiri atas 3 taraf yaitu b, 20%. b, 25%, dan b, 30% dan bobot media parameter yang damat adalah total solube solid (tss) pada media sebelum penambahan nutrisi, setelah penambahan nutrisi dan setelah fermentasi, rendemen, ketebalan, kekerasan, uji organoleptk (warna, dan kekerasan) data yang diperoleh dianahisis dengan analisis sidik macam serta uji lanjut bnt hastl penehitian menunjukkan bahwa faktor konsentrasi gula berpengaruh sangat nyata (p < 0,0l) terhadap tss pada medium setelah penambahan nutrisi dan setelah fermentasi, kemudian terhadap rendemen, ketebalan, kekerasan, dan nilai organoleptk kekerasan faktor konsentrasi starter juga memberikan pengaruh yang sangat nyata (p < 0,01) terhadap tss setelah fermentasi, ketebalan, dan kekerasan, dan berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap rendemen interaksi antara konsentrasi gula dan konsentrast tarter memberikan pengaruh yang tidak nyata (p> 0,05) terhadap tss sebelum sebelum penambahan nutrisi, setelah penambahan nutrisi dan setelah fermentasi, rendemen, ketebalan, kekerasan, uji organoleptk terhadap warna, tetapi berbeda nyata (p < 0,05) terhadap uji organoleptik kekerasan nata de banana skin dengan perlakuan konsentrasi gula 0% dan starter 25% mempunya rendemen, ketebalan, dan kekerasan terbatk pada perlakc uan tersebut dihasilkan nata de banana skin dengan karaktenistik rendemen 61,89%, ketebalan 2,42 cm dan kekerasan 0,89 mm/i0 detk, serta mempunyai kualitas organoleptik kekerasan dan ketebalan terbaik pada perlakuan tersebut diperoleh mlai organoleptik kekerasan 3,76 (biasa - suka) dan nilai organoleptik ketebalan 3,80 (biasa - suka)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KONSENTRASI GULA DAN STARTER ACETOBACTER XYLINUM PADA PROSES PEMBUATAN NATA DE BANANA SKIN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2005
Baca Juga : PENGARUH KONSENTRASI STARTER DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU NATA DARI LIMBAH MENTIMUN (Amalia Hayati, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH KOMBINASI AIR CUCIAN BERAS DENGAN AIR KELAPA TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK NATA DE COCO (ASYARATIL ZAURA, 2023)