Nematoda dari genus setaria merupakan parasit filaria yang biasa ditemukan di rongga peritoneum sapi. cacing setaria sp. berwarna putih susu dan panjang dengan ujung belakang yang meruncing dan melingkar secara spiral. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat infeksi cacing setaria sp. dan mengidentifikasi spesies setaria yang menginfeksi sapi (bos sp.) di kecamatan stabat, kabupaten langkat. sampel yang digunakan pada penelitian ini merupakan cacing setaria sp. yang ditemukan di rongga peritoneum sapi yang disembelih dan darah sebanyak ±3 ml dari 30 ekor sapi yang disembelih di kecamatan stabat, kabupaten langkat. hasil pemeriksaan terhadap 30 ekor sapi yang disembelih di kecamatan stabat, kabupaten langkat ditemukan 3 ekor sapi positif terinfeksi cacing setaria sp. dengan prevalensi 10%. hasil penelitian sampel cacing setaria sp. menggunakan metode pewarnaan laktofenol ditemukan 2 spesies setariayaitu setaria digitata dan setaria labiatopapillosa. hasil penelitian sampel darah menggunakan metode mhct (microhaematocrit centrifugation technique) menunjukkan hasil tidak ditemukan adanya mikrofilaria setaria sp.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI CACING SETARIA SP. PADA SAPI (BOS SP.) DI KECAMATAN STABAT KABUPATEN LANGKAT. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2025
Baca Juga : PREVALENSI DAN JUMLAH TELUR PARASIT NEMATODA PADA SAPI ACEH DENGAN WARNA KULIT YANG BERBEDA (Irfan Mahyidin, 2017)
Abstract
Nematodes of the genus Setaria are filarial parasites commonly found in the peritoneal cavity of cattle. Setaria sp. are milky white and long with a tapered and spirally coiled posterior end. This study aimed to determine the presence of Setaria sp. infection and identify the species of Setaria infecting cattle (Bos sp.) in Stabat District, Langkat Regency. The samples used in this study were Setaria sp. worms found in the peritoneal cavity of slaughtered cattle, and ±3 ml of blood was collected from 30 cattle slaughtered in Stabat District, Langkat Regency. The examination of 30 slaughtered cattle in Stabat District, Langkat Regency revealed that 3 cattle were positive for Setariasp. infection with a prevalence of 10%. The examination of Setaria sp. worm samples using the lactophenol staining method revealed two species of Setaria: Setaria digitata and Setaria labiatopapillosa. The examination of blood samples using the MHCT (Microhaematocrit Centrifugation Technique) showed no detection of Setaria sp. microfilaria.
Baca Juga : GEDUNG FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNSYIAH TEMA : ARSITEKTUR HIJAU (Ninin Salfitri, 2017)