Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi biometrik kerang lokan yang dikoleksi dari pesisir pantai aceh barat daya. metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. pengambilan sampel kerang lokan dilakukan di tiga lokasi, geulima jaya, lama tuha, dan blangpadang sebanyak 300 kerang lokan yang diobservasi. parameter biometrik meliputi kelas panjang dan bobot, hubungan antara panjang dan bobot, faktor kondisi, korelasi antara panjang dan bobot kerang lokan. hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas kerang lokan yang ditemukan di geulima jaya memiliki panjang (71.19 mm) dan bobot (75.19 g) dan lama tuha memiliki nilai panjang (61.21 mm) dan bobot (129.31 g) rata-rata panjang cangkang dan bobot total yang lebih rendah dibandingkan dengan kerang lokan yang dikoleksi dari blangpadang memiliki nilai panjang (71.66 mm) dan bobot total (121.72 g). kerang lokan yang diperoleh dari ketiga lokasi memiliki pola pertumbuhan (allometrik negatif) dan nilai faktor kondisi yang identik, namun demikian, korelasi panjang cangkang, lebar dan tebal kerang blangpadang cenderung memiliki nilai yang lebih rendah dibanding kerang lokan dari lama tuha dan geulima jaya, yaitu masing-masing 0,84; 0,89; dan 0,92. nilai korelasi antara berat total, berat isi dan berat cangkang kerang lokan dari geulima jaya cenderung memiliki nilai yang lebih rendah dibanding kerang lokan dari blangpadang dan lama tuha, yaitu masing-masing 0,94; 0,97; dan 1. kata kunci: biometrik, faktor kondisi, korelasi panjang bobot.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KARAKTERISTIK DAERAH PENANGKAPAN DAN HASIL TANGKAPAN KERANG LOKAN (GELOINA EXPANSA) DI KAWASAN MANGROVE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1),2025
Baca Juga : STUDI PENGARUH PENAMBAHAN ABU CANGKANG KERANG LOKAN TERHADAP SIFAT FISIS DAN KUAT TEKAN MORTAR (Nurul Icwani, 2025)
Abstract
This study aims to analyze the biometric conditions of sea scallops collected from the coast of Southwest Aceh. The research method used is a descriptive method. Sampling of sea scallops was carried out in three locations, Geulima Jaya, Lama Tuha, and Blangpadang as many as 300 sea scallops were observed. Biometric parameters include length and weight classes, the relationship between length and weight, condition factors, correlation between length and weight of sea scallops. The results showed that the majority of sea scallops found in Geulima Jaya had a length (71.19 mm) and weight (75.19 g) and Lama Tuha had a length value (61.21 mm) and weight (129.31 g) average shell length and total weight lower compared to sea scallops collected from Blangpadang had a length value (71.66 mm) and total weight (121.72 g). The lokan clams obtained from the three locations had identical growth patterns (negative allometric) and condition factor values, however, the correlation of shell length, width and thickness of Blangpadang clams tended to have lower values than the lokan clams from Lama Tuha and Geulima Jaya, which were 0.84; 0.89; and 0.92 respectively. The correlation values between total weight, bulk weight and shell weight of the lokan clams from Geulima Jaya tended to have lower values than the lokan clams from Blangpadang and Lama Tuha, which were 0.94; 0.97; and 1 respectively. Keywords: biometrics, condition factor, length-weight correlation.
Baca Juga : STUDI KEBIASAAN MAKAN KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA FORSKAL, 1775) DI KAWASAN MANGROVE ACEH BESAR DAN BANDA ACEH (NABILA FIRYAL, 2023)