Pelepah daun sawit merupakan limbah pertanian yang sangat banyak mengandung komponen lignoselulosa (lignin, selulosa, dan hemiselulosa) yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal proses pembuatan pulp dani pelepah daun sawit dengan menggunakan proses asam asetat adalah salah satu alteratif pemanfatan limbah ini menjadi bermilai guna tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh temperatur, waktu reaksi dan konsentrasi ktalis hci terhadap perolehan pulp, kandungan seluloss, dan bilangan kappa pulp yang diperoleh diharapkan dapat digunakan sebagi bahan baku pulp kertas maupun pulp rayon penelitian dilakukan dengan menggu nakan autoclaw dengan variabel waktu reaksi 60, 150, dan 240 menit, konsentrasi katalis hc1 0,0%, 0,1%, dan 0,2%. temperatur reaksi 120c, 140c, dan 160c. sedangkan variabel tetap adalah konsentrasi asam asetat 70%, ukuran bahuaun baku 11 - 2 cm, perbandingnun cairan/padatan yaitu 10. 1 (ml/gr) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perolehan pulp maksimum scbesar 66,83%, pada temperatur perasakan 120c, waktu reaksi 60 menit tanpa menggunakan katalis kandu ngan slulosa tertinggi sebesar 91,69% diperoleh pada temperatur 160c, waktu reaksi 240 menit dan konsentrasi katalis hc1 0,2% sedanglan bilangan kappa terbesar yaitu 94,427, didapat pada temperatur perasakn 120"c, waktu reaksi 60 menit tanpa menggunakan katalis dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pulp yang dihasilkan dari pelepah daun sawit ini memenuhi syarat sebagai bahan baku pulp kertas maupun sebagai bahan baku pulp rayon kata kunci, proses asam asetat, delignifikasi, lignoselulosa, organosole
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PROSES PEMBUATAN PULP DARI PELEPAH DAUN SAWIT DENGAN PROSES ASAM ASETAT. Banda Aceh Fakultas Teknik,
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK PULP DARI PELEPAH KELAPA SAWIT DENGAN PROSES ORGANOSOLV DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 60.000 TON/TAHUN (Zulfajri Ery Syahputra, 2016)
Abstract
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK PULP DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN PROSES ORGANOSOLV DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 150.000 TON/TAHUN (Syifa Andina, 2024)