Financial distress adalah suatu sttuas di mana arus kas operas perusahaan tdak mampu membayar kewajibannya, sehingga perusahaan harus mengambil tindakan korektif dan restrukturisasi. apabila kondisi financial distress diketahui, diharapkan dapat dilakukan tindakan untuk memperbaiki situasi tersebut sehingga perusahaan tidak akan masuk pada tahap kesulitan yang lebih berat seperti kebangkrutan atau likuidasi beberapa penelitian terdahulu menjelaskan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kondisi financial distress suatu perusahaan faktor-faktor yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah lingkungan industri yang diukur dengan menggunakan industri relative ratio, kondisi makro ekonomi yang terdiri dari inflasi, dan kinerja keuangan yang diukur dengan menggunakan rasio keuangan. sampel penelitian terdiri dari i7 perusahaan financial distress dan 17 perusahaan nonfinancial distress yang terdaftar di bursa efek indonesia (bei) dari tahun 2006 sampai dengan 2008 sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposve sampling. analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi logistik. hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel mikro dapat memprediksi kondisi financial distress perusahaan sedangkan variabel makro tidak dapat memprediksi kondisi financial distress perusahaan keyword : financial distress, vanabel mikro dan vanabel makro
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
INVESTIGASI TERHADAP KONDISI FINANCIAL DISTRESS DENGAN PENDEKATAN MIKRO DAN MAKRO (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA). Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2010
Baca Juga : ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA (Gunawati, 2025)