Indonesia memiliki sektor pertanian yang vital bagi perekonomian, termasuk budidaya tembakau yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan dan lapangan kerja, khususnya di kabupaten aceh tengah. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usahatani tembakau di kecamatan bintang, kabupaten aceh tengah. metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik random sampling terhadap 91 petani tembakau sebagai sampel. data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan indikator keuangan seperti total biaya produksi, penerimaan, pendapatan, revenue cost ratio (r/c), benefit-cost ratio (b/c), net present value (npv), break even point (bep), return on investment (roi), dan payback period (pp). hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani tembakau di wilayah tersebut menghasilkan pendapatan yang menguntungkan. seluruh indikator analisis kelayakan menunjukkan hasil positif, yang menandakan bahwa usaha tani tembakau layak untuk diteruskan dan dikembangkan. temuan ini dapat menjadi referensi bagi petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan strategi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani tembakau di aceh tengah. kata kunci: kelayakan, usahatani, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, r/c ratio, b/c ratio, net present value, return on investment, break even point, payback period.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI TEMBAKAU DI KECAMATAN BINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agribisnis (S1),2025
Baca Juga : ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI TEMBAKAU DI KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR (MIRZA ZULYANDI, 2020)
Abstract
Indonesia has an agricultural sector that is vital to the economy, including tobacco cultivation which makes a significant contribution to income and employment, especially in Central Aceh District. This research aims to analyze the financial feasibility of tobacco farming in Bintang District, Central Aceh Regency. The research method uses a quantitative approach with random sampling techniques for 91 tobacco farmers as samples. Data is collected through interviews and questionnaires, then analyzed using financial indicators such as total production costs, revenues, income, Revenue cost ratio (R/C), Benefit-cost ratio (B/C), Net Present Value (NPV), Break Even Point (BEP), Return on Investment (RoI), and Payback Period (PP). The research results show that tobacco farming in the area generates profitable income. All feasibility analysis indicators show positive results, indicating that the tobacco farming business is feasible to continue and develop. These findings can be a reference for farmers, government and other stakeholders in formulating strategies to increase the productivity and welfare of tobacco farmers in Central Aceh. Keywords: Feasibility, Farming, Production Costs, Revenue, Income, R/C Ratio, B/C Ratio, Net Present Value, Return on Investment, Break Even Point, Payback Period.
Baca Juga : ANALISIS BIAYA PEMASARAN DAN PENDAPATAN SAHATANI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L) DI KECAMATAN BINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH (IKMAL PUTRA, 2020)