Ringkasan manisan kulit jeruk bali merupakan salah satu penganan ringan yang diolah dari kulit jeruk bali yang biasanya dibuang begitu saja. pengembangan industri pengolahan berbasis jeruk terkendala akibat rasa pahit yang diterima konsumen. rasa buah jeruk setelah mengalami pengolahan dipengaruhi adanya dua senyawa yakni flavonoid dan limonoid. oleh sebab itu dilakukan penelitian pembuatan manisan kulit jeruk bali khususnya jenis perendaman untuk menghilangkan rasa pahit dengan kapur sinih, garam dan asam asetat, konsentrasi gula dan pengeringan sehingga diperoleh manisan kulit jeruk bali yang bermutu kimia, fisik dan orgaoleptik) baik terutama bercitarasa tidak pahit. penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit jeruk bali menjadi manisan tujuan khususnya untuk mempelajari pengaruh konsentrasi guha, jeni larutan perendaman, dan lama pengeringan terhadap citarasa manisan kulit jeruk bali penelitian ini akan menggunakan rancangan acak lenglap (ral) faktorial yang terdiri dari 3 faktor yaitu faktor konsentrasi gula (g) atas taraf yaitu; 64 310% dan g2 40%. faktor lama perendaman yaitu ai terdiri = = kapur sirih 12%, a2 larutan garam = 4%. dan a3 larutan asam asetat 5%. faktor lama pengeringan (r) terdiri dani 2 taraf yaitu ri =2jam dan r! 4jam. dengan 1 kombinasi perlakuan dan ulangan sebanyak 2kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. analisis yang dilakukan pada penelitian ini yaitu rendemen, kadar gula, plh. kadar vitamin c, analisis kadar air dan uji organole ptik (warna, rasa dan tekstur) jenis larutan perendam, konsentrasi gula, dan lama pengeniogan dan interaksi ketiganya berpengaruh nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN MEMINIMALISASI RASA PAHIT PADA MANISAN KULIT JERUK BALI (CITRUS MAXIMA). Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,
Baca Juga : STUDI ETNOBOTANI DAN KEKERABATAN TUMBUHAN JERUK MARGA CITRUS DI KAWASAN ALUR MANCANG EKOSISTEM SEULAWAH (Asty widyawati, 2022)
Abstract
Baca Juga : EVALUASI EKSTRAK KULIT JERUK PURUT (CITRUS HYSTRIX) SEBAGAI ANTI PEMBENTUKAN BIOFILM OLEH ENTEROCOCCUS FAECALIS (DEVIKA PERMATA DEWI, 2018)