Kaustik soda dengan nama lain natrium hidroksida merupakan salah satu bahan dasar yang sangat penting bagi kebanyakan industri hilir di indonesia. produksi kaustik soda di dunia sebagian besar dipakai sebagai reagensia di laboratorium dan juga digunakan sebagai bahan baku pada beberapa industri kimia. prarencana pabrik pembuatan kaustik soda ini menggunakan proses elektrolisa dari garam laut. proses elektrolisa adalah proses penguraian larutan elelctrolit oleh arus listrik yang disertai dengan reaksi-reaksi kimia. pabrik ini direncanakan beroperasi secara kontinyu dengan massa operasi 24 jam sehari dan 300 hari kerja pertahun. kapasitas produksi direncanakan 27.000 ton/tahun (100 ton/hari) dengan bahan baku 3.419,8 kg/jam. • air :55.544,102 kg/jam . steam : 3.716,910 kg/jam • listrik : 7.616,690 kw bentuk perusahaan adalah perseroan terbatas (pt) dengan struktur organisasi garis dan staff. lokasi pabrik direncanakan di kecamatan krueng raya, aceh besar. massa konstruksi selama 2 tahun dengan analisa ekonomi sebagai berikut: a. fixed capital investment = rp. 443.225.111.621, b. working capital investment = rp. 78.216.196.168, c. total capital investment = rp. 521.441,307.789, d. total biaya produksi = rp. 816.698.264.083, e. hasil penjualan = rp. 1.134.396.900.000, f. laba bersih = rp. 32.274.136.729, g. irr = 18.23% h. ror = 45,70 % i. pot = 1 ,85 tahun = 1 tahun i0 bulan 4 hari (berdasarkan net cash flow) j. bep = 48 % secara teknis dan ekonomis, prarencana pabrik pembuatan kaustik soda ini layak untuk dilanjutkan ketahap perencanaan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PRARANCANGAN PABRIK KAUSTIK SODA (NAOH) DARI GARAM LAUT MENGGUNAKAN PROSES ELEKTROLISA SEL MEMBRAN DENGAN KAPASITAS PRODUKSI PRODUKSI NAOH 27.000 TON/TAHUN. Banda Aceh Fakultas Teknik,2009
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK GARAM INDUSTRI (SODIUM CHLORIDE) DENGAN PROSES KOMBINASI DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 360.000 TON/TAHUN (Raudhatul Aulianatia Sudarmi, 2025)
Abstract
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK GARAM INDUSTRI (NACL) DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 40.000 TON/TAHUN (Murniana, 2014)