Kepuasan kerja tenaga medis perlu mendapat perhatian bagi berbagai pihak terutama pihak manajemen rumah sakit. secara teoritis, tinggi rendahnya kepuasan tenaga medis dipengaruhi oleh work family balance dan program family friendly yang berlaku di rumah sakit. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work family balance dan program family friendly terhadap kepuasan kerja tenaga medis di rumah sakit dr. zainoel abidin banda aceh. responden penelitian sebanyak 65 orang tenaga medis yang terdiri dari dokter spesialis, dokter gigi dan dokter umum. pengumpulan data dilakukan dengan mengedarkan kuesioner. selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan peralatan statistik regresi linier beranda hasil penelitian menunjukkan work family balance dan program family friendly berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja tenaga medis di rumah sakit dr. zainoel abidin banda aceh. hubungan antara kepuasan kerja dengan work family balance dan program family friendly tergolong erat, ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,795. berdasarkan hasil pengujian statistik, baik secara simultan maupun secara parsial kedua variabel independent tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja tenaga medis di rumah sakit dr. zainoel abidin banda aceh, sehingga hipotesis ho diterima dan sebaliknya hipotesis ho ditolak. kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah, tinggi rendahnya kepuasan tenaga medis di rumah sakit dr. zainoel abidin banda aceh sangat ditentukan oleh baik buruknya penilaian mereka terhadap work family balance dan program family friendly. karena itu, sebaiknya pimpinan rumah sakit tersebut memperhtikan keseimbangan antara tuntutan tugas tenaga medis dengan tuntutan kewajiban mereka untuk keluarga masing-masing.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH WORK-FAMILY BALANCE DAN PROGRAM FAMILY RIENDLY TERHADAP KEPUASAN KERJA TENAGA MEDIS RUMAH SAKIT DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2009
Baca Juga : HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA, SIKAP PETUGAS MEDIS, DAN PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN BEROBAT PASIEN EPILEPSI (Maksalmena, 2015)