Briket serbuk gergaji adalah salah satu alternatif dalam pemanfaatan limbah dari proses pengolahan kayu. briket serbuk gergaji dapat digunakan sebagai sumber energi skala rumah tangga sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. briket yang langsung dicetak umumnya dapat mengalami degradasi, berupa lepasnya kembali ukuran serbuk gergaji dari matriks briket. dalam penelitian ini dipelajari peluang penggunaan tepung tapioka sebagai elemen perekat butiran serbuk gcrgaji agar dihasilkan briket yang stabil tanpa adanya butir yang lepas. komposisi tepung tapioka yang dipelajari adalah 2, 4, 6, 8, dan 10%, dengan ukuran butir yang bervariasi yaitu 20, 40 dan 70 mesh. briket dicetak melalui penekanan hidrolik dengan tekanan 6 ton selama i menit. hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji kestabilan yang tidak mengalami pengurangan massa pada briket 20 mesh terdapat pada briket dengan komposisi perekat 4%, untuk briket 40 mesh terdapat pada briket dengan komposisi perekat 2% dan 10% dan untuk briket 70 mesh terdapat pada briket dengan komposisi perekat 2%. perekat mempengaruhi daya bakar biket, semakin banyak perekat maka temperatur bakar semakin tinggi. sedangakan dari pengukuran temperatur bakar menunjukkan bahwa temperetur maksimum tertinggi pada briket vkuran partikel 20 mesh terdapat pada briket dengan komposisi perekat i0% yaitu sebesar 700'c. pembakaran terlama dimiliki oleh briket ukuran partikel 20 mesh yang terdapat pada briket dengan komposisi perekat 4% yaitu selama i9 menit. kata kunci : serbuk gergaji, briket, kestabilan, perekat, temperatur bakar
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGGUNAAN TAPIOKA POWDER DALAM PEMBUATAN BRIKET SERBUK GERGAJI. Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2010
Baca Juga : ANALISIS UKURAN PARTIKEL BAHAN BAKU TERHADAP KUALITAS DAN EFISIENSI BAKAR BRIKET SERBUK GERGAJI (Hilda Yana Puri, 2024)