Teknologi komunikasi jaringan seluler 5g merupakan salah satu inovasi teknologi dalam bidang telekomunikasi yang menawarkan kecepatan tranfer data yang jauh lebih cepat dengan tingkat latensi yang rendah. namun di beberapa daerah, termasuk di kabupaten bireuen masih terdapat wilayah yang mengalami kendala dalam penyediaan jaringan komunikasi seluler yang memadai atau disebut dengan blank spot. kecamatan juli dan kecamatan jeumpa merupakan dua wilayah yang masih menghadapi permasalahan blank spot, yakni akses untuk komunikasi seluler sangat terbatas. penelitian ini bertujuan untuk merancang jaringan 5g non stand alone (nsa) di kabupaten bireuen, sehingga dapat menekan jumlah atau mengurangi wilayah blank spot di kabupaten bireuen dan meningkatkan area layanan jaringan selulernya. perancangan jaringan seluler menggunakan metode capacity and coverage planning, yaitu teknik yang mempertimbangkan aspek kependudukan dalam kepentingan daerah cakupan jaringan secara maksimal dan efisien. proses perencanaan dan perancangan coverage plot dilakukan dengan menggunakan software atoll. analisis path loss atau rugi-rugi lintasan menggunakan model propagasi cost-231, hal ini dikarenakan model propagasi cost-231 merupakan model yang sesuai untuk digunakan pada daerah suburban. perancangan jaringan seluler 5g nsa pada daerah blank spot di kecamatan juli dengan menambahkan dua gnodeb baru berhasil mencakup 78,26% daerah yang berpenduduk dengan kualitas jaringan yang sangat baik, dari yang sebelumnya hanya mencakup 31,88% wilayah yang berpenduduk dan dengan kualitas jaringan yang buruk. sedangkan di kecamatan jeumpa dengan menambahkan tiga gnodeb baru berhasil mencakup 79,89% daerah yang berpenduduk dengan kualitas jaringan yang sangat baik, dari yang sebelumnya hanya mencakup 9,79% wilayah yang berpenduduk dan dengan kualitas jaringan yang buruk.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGEMBANGAN JARINIGAN SO NON STAND ALONE PADA DAERAH BLANK SPOT DI KABUPATEN BIREUEN (STUDI KASUS DI KECAMATAN JULI DAN KECAMATAN JEUMPA). Banda Aceh Fakultas Teknik Elektro dan Komputer,2025
Baca Juga : PROSPEK PENGEMBANGAN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS) UNTUK MENGHASILKAN MINYAK BIODIESEL DI DESA BEUNYOT KECAMATAN JULI KABUPATEN BIREUEN (Hanifan, 2021)
Abstract
5G cellular network communication technology is one of the technological innovations in the field of telecommunications that offers much faster data transfer speeds with low latency levels. However, in some areas, including in Bireuen Regency, there are still areas that experience problems in providing adequate cellular communication networks or so-called blank spots. Juli Subdistrict and Jeumpa Subdistrict are two areas that still face the problem of blank spots, where access to cellular communication is very limited. This research aims to design a 5G Non Stand Alone (NSA) network in Bireuen Regency, so that it can reduce the number or reduce blank spot areas in Bireuen Regency and increase its cellular network service area. Cellular network design uses the capacity and coverage planning method, which is a technique that considers population aspects in the interest of maximum and efficient network coverage areas. The process of planning and designing coverage plots is done using Atoll software. Path loss analysis uses the Cost-231 propagation model, this is because the Cost-231 propagation model is a model that is suitable for use in suburban areas. The 5G NSA cellular network design in blank spot areas in Juli District by adding two new gNodeBs successfully covered 78.26% of populated areas with excellent network quality, from only 31.88% of populated areas with poor network quality. Meanwhile, in Jeumpa Sub- district, by adding three new gNodeBs, it managed to cover 79.89% of the populated area with excellent network quality, from previously only covering 9.79% of the populated area with poor network quality.
Baca Juga : ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG KERIPIK PISANG DI KABUPATEN BIREUEN (OKI HERAWAN, 2014)