Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION
Eva Wardah, EKSISTENSI LEMBAGA PANGLIMA LAOT DALAM PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DI PROVINSI ACEH. Banda Aceh Prodi Program Doktor Ilmu Pertanian,2025

Eva wardah. eksitensi lembaga panglima laot dalam pengelolaan wilayah pesisir di provinsi aceh di bawah bimbingan bapak prof. dr. ir. agussabti, m.si selaku ketua tim promotor, dr. ir. indra, m.p. dan dr. yanis rinaldi, s.h selaku ko-promotor i dan ko-promotor ii. pengelolaan sumberdaya berkelanjutan wilayah pesisir menjadi suatu keharusan dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin meningkat. peran kepemimpinan adat dalam pengelolaan pesisir berkelanjutan sebagai sebuah kearifan local (local wisdom) lembaga panglima laot harus mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan sosial masyarakat pesisir. hal ini penting untuk menganalisis eksistensi lembaga panglima laot dalam pengelolaan wilayah pesisir di provinsi aceh. penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis eksistensi lembaga panglima laot dalam pengelolaan wilayah pesisir di provinsi aceh (2) menganalisis pengaruh hubungan variabel peran panglima laot, keberlanjutan dan penerapan aturan hukum adat laot terhadap eksistensi lembaga panglima laot dalam pengelolaan wilayah pesisir di provinsi aceh, (3) menganalisis strategi penguatan eksistensi lembaga panglima laot dalam pengelolaan wilayah pesisir di provinsi aceh. metode penelitian ini dilakukan dengan memadukan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan melibatkan 180 responden. analisis data dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian mulai dengan diskriptif kualitatif yang pengukuran datanya mengunakan indeks skala likert dan analisis data kuantitatif mengunakan structural equation modeling ( sem) serta analisis swot untuk menagnalisis strategi penguatan lembaga panglima laot dalam pengelolaan wilayah pesisir. hasil penelitian menunjukkan eksistensi lembaga panglima laot melalui peran dan fungsi panglima laot terus berkembang tidak hanya terbatas pada penyelesaian konflik antar nelayan, pelaksanaan seremonial kegiatan adat, tapi juga mencakup isu - isu pengelolaan sumber daya lingkungan pesisir, serta perlindungan hak – hak nelayan. hasil analisis structural equation models (sem) dari variabel peran panglima laot, keberlanjutan dan penerapan aturan hukum adat laot terhadap eksistensi lembaga panglima laot dapat diterima dan data mendukung model sehingga penelitian ini telah memperkuat kerangka teoritis terkait pengaruh hubungan peran panglima laot, keberlanjutan dan penerapan aturan hukum adat laot terhadap eksistensi lembaga panglima laot. strategi yang tepat untuk penguatan eksistensi lembaga panglima laot di provinsi aceh yaitu strategi agresif (so) manfaatkan kepercayaan masyarakat untuk mengintegrasikan pengetahuan dan praktik tradisional melalui pengesahan peraturan daerah yang mendukung pengelolaan pesisir, mengunakan kepemimpinan lokal dan jaringan komunitas untuk menciptakan stabilitas internal, memperkuat kepemimpinan melalui pelatihan dan mentorship, serta mengembangkan jaringan komunitas lebih luas untuk menghadapi ketidakstabilan eksternal, kemudian menyesuaikan teknologi modern seperti gis dan aplikasi mobile untuk mendukung pemetaan wilayah pengelolaan pesisir berbasis data yang akurat, sambil mempertahankan esensi metode tradisional yang terbukti efektif. penguatan peran panglima laot melalui peningkatan kapasitas panglima laot dalam mengelola wilayah pesisir dengan lebih baik terutama dalam menegakkan aturan hukum adat laot yang lebih efektif serta koordinasi dan kolaborasi yang lebih baik antara berbagai pihak, membangun networking termasuk antara lembaga-lembaga pemerintah, masyarakat lokal dan organisasi yang concern dalam mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan pengelolaan wilayah pesisir. kata kunci; eksistensi, peran lembaga, panglima laot, strategi, pengelolaan pesisir.



Abstract

Eva Wardah. The existence of Panglima Laot Institution in the management of Coastal Area in Aceh Province under the guidance of Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si as the Head of Promoter Team, Dr. Ir. Indra, M.P. and Dr. Yanis Rinaldi, S.H as Co-Promoter I and Co-Promoter II. Sustainable resource management of coastal areas is a must in the face of increasing environmental challenges. The role of customary leadership in sustainable coastal management as a local wisdom of the Panglima Laot Institution must be able to adapt to the changing social environment. It is important to analyze the existence of the Panglima Laot Institution in the management of coastal areas in Aceh Province. This research aims to: (1) analyze the existence of Panglima Laot Institution in the management of coastal areas in Aceh Province (2) analyze the influence of the variable relationship of the role of Panglima Laot, sustainability and application of Laot Customary law rules on the existence of Panglima Laot Institution in the management of coastal areas in Aceh Province, (3) analyze strategies to strengthen the existence of Panglima Laot Institution in the management of coastal areas in Aceh Province. This research was conducted by combining qualitative and quantitative research approaches involving 180 respondents. Data analysis was carried out in accordance with the research objectives, starting with qualitative descriptive data measurement using Likert scale index and quantitative data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) and SWOT analysis to analyze strategies for strengthening Panglima Laot institutions in coastal area management. The results showed that the existence of Panglima laot institution through the role and function of Panglima Laot continues to develop not only limited to conflict resolution between fishermen, the implementation of ceremonial traditional activities, but also includes issues of coastal environmental resource management, as well as the protection of fishermen's rights. The results of the Structural Equation Models (SEM) analysis of the variables of the Role of Panglima Laot, sustainability and application of laot customary law rules on the existence of Panglima Laot institutions can be accepted and the data supports the model so that this study has strengthened the theoretical framework related to the influence of the relationship between the Role of Panglima Laot, Sustainability and Application of Laot Customary Law Rules on the Existence of Panglima Laot Institutions. The appropriate strategy for strengthening the existence of the Panglima Laot Institution in Aceh Province is the Aggressive Strategy (SO) utilizing community trust to integrate traditional knowledge and practices through the enactment of local regulations that support coastal management, using local leadership and community networks to create internal stability, strengthening leadership through training and mentorship, and developing wider community networks to deal with external instability, then adapting modern technology such as GIS and mobile applications to support accurate data-based mapping of coastal management areas, while maintaining the essence of traditional methods that have proven effective. Strengthening the role of Panglima Laot through increasing the capacity of Panglima Laot in managing coastal areas better, especially in enforcing Laot customary laws more effectively as well as better coordination and collaboration between various parties, building networking including between government agencies, local communities and organizations concerned in addressing issues related to coastal area management. Keywords; existence, institutional role, Panglima Laot, strategy, coastal management.



    SERVICES DESK