Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Risna Isnanda, POTENSI KAWASAN PERKOTAAN KOMPAK DI PUSAT KOTA BARU BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota,2025

Kota kompak diterapkan di wilayah perkotaan untuk dapat mencapai sinergi kepadatan penduduk yang ideal, kegiatan ekonomi dan sosial yang terkonsentrasi, intensifikasi transportasi umum yang lebih baik. pembangunan kota banda aceh yang cenderung ke arah selatan sebagai dampak dari kejadian tsunami tahun 2004 telah menjadikan kawasan tersebut sebagai wilayah pusat kota baru di masa depan, tepatnya di kawasan batoh-lamdom. pembangunan tersebut menjadikan wilayah pusat kota baru batoh-lamdom mengalami permasalahan pembangunan yang menyebar. oleh karena itu, diperlukan pengawasan perencanaan pembangunan di wilayah pusat kota baru batoh-lamdom. penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kekompakan di wilayah pusat kota baru batoh-lamdom dan merumuskan arahan rekomendasinya. metode analisis yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan scoring dan wawancara. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gampong batoh memiliki nilai kekompakan paling tinggi dari gampong lainnya, sehingga menjadikannya sebagai wilayah dengan potensi paling tinggi dalam kawasan kompak di pusat kota baru batoh-lamdom. sedangkan gampong lamdom memiliki nilai paling kecil dalam tingkat potensi kekompakan. rekomendasi arahan yang diberikan berdasarkan hasil wawancara terhadap beberapa narasumber terkait pusat kota baru batoh-lamdom menjadi kawasan kompak, yaitu memenuhi fasilitas dan meningkatkan nilai mixed use di gampong lamdom, dan gampong peunyeurat sebagai wilayah dengan kelas sangat rendah atau rendah dalam hal fasilitas, dan pemenuhan fasilitas di gampong batoh sebagai wilayah dengan nilai potensi tinggi, serta membuat regulasi tekait kota kompak berupa rtbl untuk meningkatkan nilai kepadatan, intensifikasi dan mixed use, sehingga wilayah dengan nilai sangat rendah, rendah, maupun sedang dapat lebih meningkat. gampong batoh dengan nilai kekompakan paling tinggi dpat direkomendasikan menjadi kawasan central business district (cbd), sementara gampong lamdom dengan nilai kekompakan paling kecil dapat direkomendasikan menjadi wilayah permukiman pusat kota sebagai wilayah pendukung penting dalam konsep kota kompak. kata kunci: kota kompak, pusat kota baru, pembangunan menyebar, penilaian kekompakan, banda aceh



Abstract

Compact cities are applied in urban areas to achieve ideal population density synergy, concentrated economic and social activities, and better intensification of public transportation. The development of Banda Aceh City which tends to the South due to the 2004 tsunami has made the area a New City Center area in the future, precisely in the Batoh-Lamdom Area. This development has caused the Batoh-Lamdom New City Center area to experience widespread development problems. Therefore, supervision of development planning in the Batoh-Lamdom New City Center area is needed. This study aims to assess the level of compactness in the Batoh-Lamdom New City Center area and formulate recommendations. The quantitative and qualitative data analysis methods used are scoring and interviews. The results of this study indicate that Gampong Batoh has the highest compactness value of all villages, making it the area with the highest potential in the compact area in the Batoh-Lamdom New City Center. In contrast, Gampong Lamdom has the lowest value in terms of compactness potential. The recommendations given based on the results of interviews with several sources related to the New City Center Batoh-Lamdom to become a compact area, namely fulfilling facilities and increasing the value of mixed-use in Gampong Lamdom, and Gampong Peunyeurat as areas with very low or low class in terms of facilities, and fulfilling facilities in Gampong Batoh as an area with high potential value, and making regulations related to compact cities in the form of RTBL to increase the value of density, intensification, and mixed-use, so that areas with very low, low, or medium values can be further improved. Gampong Batoh with the highest compactness value can be recommended to become the Central Business District (CBD), while Gampong Lamdom with the lowest compactness value can be recommended to become a residential area in the city center as an important supporting area in the compact city concept. Keywords: compact city, new city center, dispersed development, compactness assessment, Banda Aceh



    SERVICES DESK