Abstrak kabupaten aceh singkil merupakan salah satu kabupaten di provinsi aceh yang memiliki potensi wisata bahari. salah satunya adalah pariwisata kepulauan banyak yang merupakan wisata bahari yang ada di kabupaten aceh singkil. berdasarkan temuan dilapangan bahwa wisata bahari kepulau banyak masih belum optimal. hal itu terjadi karna minimnya kolaborasi antar stakeholder yang terlibat dalam pengembangan pariwisata kepulauan banyak dan terbatasnya anggaran yang di tujukan didalam pengembangan pariwisata kepulauan banyak serta kurangnya sumber daya manusi yang kompeten dalam mendukung pengelolaan pariwista kepulauan banyak. tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana kolaborasi pengembangan kawasan pariwisata kepulauan banyak sebagai wisata bahari kabupaten aceh singkil dan apa faktor-faktor penghambat dalam kolaborasi pengembanagn kawasan pariwisata kepulauan banyak sebagai wisata bahari. penelitian ini menggunakan teori kolaborasi dengan indikator face to face dialogue, trust building, commitment to process, shared undertanding dan intermediate outcomes. pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pengembangan kawasan pariwisata kepulauan banyak sebagai wisata bahari belum dapat terlaksana dengan optimal, hal tersebut menunjukkan bahwa minimnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha dan masyarakat yang terlibat. faktor utama yang memengaruhi dalam kolaborasi pengembangan kawasan pariwisata kepulauan banyak sebagai wisata bahari meliputi kebijakan, sumber daya manusia dan anggaran. oleh demikian diharapkan adanya kolaborasi yang saling mendukung antar pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat didalam pengembangan kawasan pariwisata kepulauan banyak. kata kunci : kolaborasi, pengembangan,wisata, kepulauan banyak
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KOLABORASI PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA KEPULAUAN BANYAK SEBAGAI WISATA BAHARI KABUPATEN ACEH SINGKIL. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2025
Baca Juga : KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SINGKIL DALAM SEKTOR PARIWISATA (DEWI KUMALA SARI, 2020)
Abstract
ABSTRACT Aceh Singkil Regency is one of the districts in Aceh Province that has the potential for marine tourism. One of them is Kepulau banyak tourism which is a marine tourism in Aceh Singkil Regency. Based on the findings in the field that many Kepulau marine tourism is still not optimal. This happens because of the lack of collaboration between stakeholders involved in the development of many island tourism and the limited budget aimed at developing many island tourism and the lack of competent human resources in supporting the management of many island tourism. The purpose of this research is to find out how the collaboration of the development of many islands tourism area as a marine tourism of Aceh Singkil Regency and what are the inhibiting factors in the collaboration of the development of many islands tourism area as a marine tourism. This research uses Collaboration Theory with indicators of face to face dialogue, Trust building, Commitment to process, Shared Understanding and Intermediate outcomes. The approach used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that the collaboration of the development of the Kepulau banyak tourism area as a marine tourism has not been able to be carried out optimally, it shows that the lack of collaboration between the local government with business actors and the communities involved. The main factors that influence collaboration in the development of the Kepulau Banyak tourism area as a marine tourism include policy, human resources and budget. Thus, it is hoped that there will be mutually supportive collaboration between the Government, business actors and the community in the development of many island tourism areas. Keywords: Collaboration, development, tourism, many islands
Baca Juga : STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PESISIR TIMUR DANAU LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH (RIKE NI ATE, 2024)