Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION
Lia Handayani, PENGEMBANGAN INDIKATOR KOLORIMETRI BERBASIS POLIVINIL ALKOHOL-POLIVINILPIROLIDON- CELLULOSE NANOCRYSTALS DAN ANTOSIANIN UNTUK MONITORING KESEGARAN IKAN. Banda Aceh Prodi Program Doktor Ilmu Teknik,2025

Produk segar perikanan merupakan contoh makanan yang sangat cepat mengalami proses pembusukan. sehingga dibutuhkan strategi yang memungkinkan pemantauan kualitas makanan secara real time. saat ini pengembangan mengenai kemasan cerdas yang mampu memberi informasi mengenai kualitas makan secara real time telah banyak dilakukan, namun masih ada kebutuhan terhadap sistem kemasan yang biokompatibel, hemat biaya, berperforma tinggi serta aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. penelitian ini merupakan pengembangan label indikator kolorimetri foam berbasis polivinil alcohol (pva)-polivinil pirolidon (pvp)-cellulose nanocrystals calotropis gigantea (cncs-cg) yang difungsikan dengan antosianin yang berasal dari clitoria ternatea (ctas). tujuannya adalah (1) untuk mempelajari karakteristik: antosianin, cncs-cg dan label indikator kolorimetri foam (lifo) yang dihasilkan serta (2) mempelajari aplikasinya terhadap ikan segar. lifo yang di hasilkan memiliki luas permukaan yang besar sehingga sensitifitasnya semakin tinggi. langkah pertama adalah menentukan jenis sampel ct segar atau kering yang menghasilkan total antosianin lebih tinggi serta perubahan warna terhadap ph berbeda paling baik. hasilnya adalah penggunaan smpel ct segar menghasilkan kadar antosianin lebih tinggi serta perubahan warna yang lebih intens pada setiap ph. selanjutnya adalah mempelajari pengaruh variasi kombinasi pelarut terhadap kadar total antosianin, dan hasilnya pelarut yang mengalami pengasaman tinggi menghasilkan total antosianian lebih tinggi. hasil terbaik diaplikasikan sebagai pigmen pengisi lifo. berikutnya dipelajari pengaruh bagian tanaman biduri terhadap karakteristik serat selulosa, diperoleh hasil bahwa penggunaan batang yang muda menghasilkan derajat kristalinitas yang lebih baik dibandingkan menggunakan raw material dari batang tua dan buah. maka batang muda ini dipilih untuk menjadi rawa material pembuatan cncs, pada tahap ini dilakukan variasi agen alkalisasi yaitu naoh 20% dan na2so3 20%, dengan hidrolisis asam menggunakan h2so4 40% (1:20 b/v), dan dilakukan analisa meliputi ftir, xrd, tga, dtg, psa, sem, tem. cncs terbaik diaplikasikan sebagai filler pada pembuatan lifo dengan variasi 0,25 gr; 0,5 gr; 0,75 gr; 1 gr; 1,25 gr, komposit dianalisa sem dan bet. lalu perlakuan terbaik di aplikasikan sebagai lifo bersama antosianin terbaik. lifo tersebut dijadikan sebagai intelligent packaging ikan segar.



Abstract

Fresh seafood products are prime examples of food that rapidly undergoes spoilage. Thus, strategies enabling real-time monitoring of food quality are necessary. Currently, research on smart packaging capable of providing real-time information on food quality has been extensive. However, there is still a need for packaging systems that are biocompatible, cost-effective, high-performing, and applicable in daily life. This study focuses on the development of a colorimetric foam indicator label based on Polyvinyl Alcohol (PVA)-Polyvinyl Pyrrolidone (PVP)-Cellulose Nanocrystals from Calotropis gigantea (CNCs-CG) functionalized with anthocyanins derived from Clitoria ternatea (CTAs). The objectives are (1) to study the characteristics of anthocyanins, CNCs-CG, and the colorimetric foam indicator label (LIFo) produced, and (2) to explore its application to fresh fish. The produced LIFo has a large surface area, enhancing its sensitivity. The first step involves determining whether fresh or dried CT samples produce higher total anthocyanin levels and exhibit the best color changes at different pH levels. The results show that fresh CT samples produce higher anthocyanin levels and more intense color changes at each pH. Subsequently, the influence of solvent combination variations on the total anthocyanin content is studied, with acidic solvents yielding higher anthocyanin levels. The best results are applied as fillers in LIFo. Next, the effect of different parts of the Biduri plant on cellulose fiber characteristics is investigated, revealing that using young stems results in better crystallinity compared to using raw materials from old stems and fruits. Thus, young stems are selected as the raw material for CNC production. Various alkalinization agents are used, including 20% NaOH and 20% Na2SO3, followed by acid hydrolysis using 40% H2SO4 (1:20 b/v), with analysis including FTIR, XRD, TGA, DTG, PSA, SEM, and TEM. The best CNCs are applied as fillers in LIFo production with variations 0.25 g; 0.5 g; 0.75 g; 1.0 g and 1.25 g, thus composite analysis conducted via SEM and BET. The optimal treatment is then applied in conjunction with the best anthocyanins as LIFo. This LIFo is utilized as intelligent packaging for fresh fish.



    SERVICES DESK