Implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan budaya mutu sekolah menengah atas negeri di aceh barat oleh : ferryzal umar npm: 2309200050029 komisi pembimbing: 1. dr. drs. niswanto, m. pd. 2. dr. ismail, s.pd., m. pd. abstrak budaya mutu dalam konteks pendidikan adalah komitmen kolektif dari seluruh anggota sekolah untuk mencapai dan mempertahankan standar kualitas yang tinggi secara konsisten. tujuan penelitian ini adalah gambaran tentang implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah. pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. subjek dalam penelitian adalah 5 orang kepala sekolah dan 20 orang guru sma negeri di aceh barat. teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah teknik wawancara dan observasi. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan budaya mutu sekolah menengah atas negeri di aceh barat melalui upaya kepala sekolah melibatkan guru dalam setiap proses perencanaan dan pengelolaan sekolah. kepala sekolah menciptakan budaya organisasi melalui kolaborasi, komunikasi yang baik, serta pemberdayaan guru untuk beradaptasi dengan perubahan dan pengembangan diri. pengelolaan sarana, prasarana, dan keuangan dilakukan dengan transparan dan akuntabel. melalui supervisi rutin, kepala sekolah memastikan bahwa program-program sekolah dijalankan dengan baik. 2) budaya mutu sekolah menengah atas negeri di aceh barat ditunjukkan oleh peran kepala sekolah sebagai manajer dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan ketersediaan fasilitas penunjang pendidikan yang memadai. disiplin diterapkan untuk menciptakan lingkungan belajar berkualitas. 3) hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan budaya mutu sekolah menengah atas negeri di aceh barat yaitu kurangnya sumber daya, baik dari segi finansial maupun infrastruktur, kurangnya minat belajar siswa, menjaga kekompakan antar guru dan orang tua siswa, keterbatasan waktu, dan kurangnya motivasi warga sekolah dalam implementasi budaya mutu.. kata kunci: kompetensi manajerial, budaya mutu
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
IMPLEMENTASI KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN BUDAYA MUTU SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI RNDI ACEH BARAT. Banda Aceh Program Studi Magister Administrasi Pendidikan,2025
Baca Juga : PERAN KOMPETENSI MANAJERIAL DAN KEWIRAUSAHAAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATKAN MUTU SEKOLAH DI SMK NEGERI KABUPATEN ACEH SELATAN (Asmawi, 2025)
Abstract
IMPLEMENTATION OF SCHOOL-BASED MANAGEMENT (SBM) IN TUNAS BANGSA PRE-EMINENT HIGH SCHOOL AND STATE HIGH SCHOOL 1 OF ACEH BARAT DAYA TO ENHANCE EDUCATIONAL QUALITY ABSTRACT (Ferryzal Umar) The educational context, a quality culture refers to the collective commitment of all school stakeholders to consistently achieve and uphold high-quality standards. This study aimed to explore the implementation of principals’ managerial competencies in enhancing school quality. A qualitative approach with a descriptive method was employed in this research. The study involved five principals and twenty teachers from public high schools in West Aceh. Data collection methods included interviews and observations. The study findings can be summarized as follows: 1) The implementation of principals’ managerial competencies in improving the quality culture of public senior high schools in West Aceh is characterized by efforts to engage teachers in all stages of school planning and management. Principals fostered an organizational culture through collaboration, effective communication, and teacher empowerment to adapt to changes and pursue personal development. The management of facilities, infrastructure, and financial resources was conducted transparently and accountably. Regular supervision ensured the successful execution of school programs. 2) The quality culture in public senior high schools in West Aceh was demonstrated by the principals’ role as managers in cultivating a conducive learning environment and ensuring the availability of adequate educational support facilities. Discipline wass enforced to create a high-quality learning atmosphere. 3) Challenges faced by principals in fostering a quality culture include limited resources in terms of finance and infrastructure, lack of interest in learning among students, difficulties in maintaining cohesion among teachers and parents, time constraints, and a lack of motivation among school community members in implementing a quality culture. Keywords: Managerial Competence, Quality Culture
Baca Juga : KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA SEKOLAH PADA SMP UNGGUL PIDIE JAYA (HUSNA, 2016)