Perkembangan kota yang pesat dan peningkatan jumlah penduduk di banda aceh memunculkan kebutuhan akan ruang-ruang publik yang dapat mendukung aktivitas sosial masyarakat. salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan taman kota sebagai third place, yaitu ruang ketiga yang berada di luar rumah dan tempat kerja. penelitian ini mengkaji tiga taman kota di banda aceh — taman lapangan blang padang, taman sari, dan taman krueng neng — sebagai third place di kota banda aceh. kriteria penilaian meliputi openess, flexibility, dan contextually. metode yang digunakan adalah mix method, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui survei lapangan, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada 100 pengunjung. hasil menunjukkan bahwa taman-taman umumnya berfungsi sebagai tempat berkumpul yang netral, terbuka, dan inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat. masing-masing taman memiliki karakteristik yang unik. taman lapangan blang padang sebagai pusat aktivitas sosial dengan fasilitas olahraga dan ruang terbuka untuk komunitas, taman sari dengan daya tarik sejarah dan budaya yang kuat serta taman krueng neng yang lebih fokus pada taman bermain anak dan area pemancingan. namun, beberapa tantangan seperti kebersihan, keamanan, dan fasilitas masih memerlukan peningkatan untuk memastikan taman-taman ini berfungsi optimal sebagai ruang publik yang nyaman dan aman. rekomendasi untuk taman lapangan blang padang mencakup penambahan fasilitas olahraga dan wi-fi untuk pelajar serta pekerja lepas, sementara taman sari disarankan dikembangkan sebagai pusat kegiatan budaya dengan instalasi seni dan ruang diskusi. taman krueng neng direkomendasikan sebagai taman rekreasi keluarga dengan perbaikan fasilitas bermain anak dan pemancingan, serta peningkatan aksesibilitas. dengan pengelolaan berkelanjutan, taman-taman ini berpotensi menjadi pusat interaksi sosial yang dinamis, memperkuat ikatan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat banda aceh. kata kunci: banda aceh, ruang terbuka hijau (rth), taman kota, third place
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGEMBANGAN TAMAN KOTA SEBAGAI THIRD PLACE DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : EVALUASI FUNGSI FASILITAS RUANG TERBUKA HIJAU PADA TAMAN WISATA MEURAXA DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS PUBLIK (SITI AFIFAH, 2024)
Abstract
The rapid urban development and population growth in Banda Aceh have created a demand for public spaces that support social activities. One proposed solution is the development of urban parks as third places—spaces outside of home and work. This study examines three urban parks in Banda Aceh—Blang Padang Field Park, Taman Sari, and Krueng Neng Park—as third places in the city. Evaluation criteria include openness, flexibility, and contextuality. The research employs a mixed-method approach, combining qualitative and quantitative methods through field surveys, observations, and questionnaires distributed to 100 visitors. The findings indicate that the parks generally function as neutral, open, and inclusive gathering spaces for various social groups. Each park has unique characteristics: Blang Padang Field Park serves as a hub for social activities with sports facilities and open spaces for community events; Taman Sari emphasizes historical and cultural appeal; and Krueng Neng Park focuses on children’s playgrounds and fishing areas. However, challenges such as cleanliness, safety, and facilities require improvement to ensure these parks function optimally as comfortable and safe public spaces. Recommendations for Blang Padang Field Park include adding sports facilities and Wi-Fi to cater to students and freelancers. Taman Sari is suggested to be developed into a cultural activity center with art installations and discussion spaces, while Krueng Neng Park is recommended as a family recreational park with improved children’s play facilities, fishing areas, and accessibility. With sustainable management, these parks have the potential to become dynamic centers of social interaction, strengthen social bonds, and enhance the quality of life for the people of Banda Aceh. Keywords: Banda Aceh, Green Open Space (RTH), Urban Parks, Third Place
Baca Juga : PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP RUANG PUBLIK DI KOTA BANDA ACEH SEBAGAI RUANG PUBLIK RAMAH ANAK (FAUZULLANA, 2024)