Harga ikan pada musim panen raya relatif murah, disamping itu pembusukan ikan merupakan pennasalahan yang harus dihadapi para nelayan. kurangnya pengetahuan tek:nologi untuk pengawetan ikan membuat nelayan tidak mampu memanfaatkan hasil panen raya untuk meningkatkan perekonomian. mengingat hal ini dengan mempertimbangkan lokasi tempat berproduksinya ikan yang relatif dekat dengan sumber energi panas bumi, maka diterapkanlah teknologi pengeringan ikan berenergi panas bumi untuk mengawetkan ikan. prinsip kerja alat pengering ini yaitu dengan memanfaatkan potensi energi panas bumi berupa air panas bertemperatur 86,5 °c yang dialirkan ke alat penukar kalor, sedangkan udara dari atmosfer terkonveksi secara alamiah dan masuk ke ruang pengering. didalam ruang pengering, udara panas hasil konveksi bertemperatur 60c mengeringkan ikan dari massa awal 1 kg untuk masing-masing rak menjadi 0,25 kg pada rak i dan 0,3 kg pada rak ii dalam kurun waktu lima jam pengeringan dengan total kebutuhan energi sebesar 12198 kj. setelah melakukan pengujian, diperoleh efektifitas alat penukar kalor dan efisiensi alat pengering masing - masing sebesar 51% dan 30 %. kata kunci : alat penukar kalor tipe cross flow, alat pengering tipe rak, dan energi panas bumi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJI EKSPERIMENTAL ALAT PENUKAR KALOR PADA SISTEM PENGERING IKAN ENERGI PANAS BUMI. Banda Aceh Fakultas Teknik,2012
Baca Juga : KAJIAN EXPERIMENTAL KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS TIPE TUBE BERSIRIP SPIRAL BERPOTONGAN PADA HEAT EXCHANGER (Muhammad Syahril, 2023)
Abstract
Baca Juga : STUDI EKSPERIMENTAL DAN PENYELESAIAN SECARA NUMERIK PADA PENGARUH PANJANG LALUAN TUBE TERHADAP UNJUK KERJA ALAT PENUKAR KALOR (Yufandi Azis, 2017)