Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Putri Diana, PERANCANGAN BADMINTON CENTER DI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Arsitektur,2025

Indonesia merupakan negara yang aktif mengikuti olimpiade tingkat internasional khususnya cabang olahraga bulutangkis. di tingkat internasional indonesia kerap meraih juara dan berhasil membawa piala dalam cabang olahraga bulutangkis. namun atlet yang berhasil meraih juara di piala dunia jarang dijuarai oleh perwakilan atlet yang khususnya berasal dari aceh. faktor penyebab yang memfaktori hal tersebut salah satunya ialah kurangnya sarana prasarana yang dapat mewadahi kegiatan pengembangan bakat di cabang olahraga bulutangkis yang ada di aceh. sehingga atlet yang memiliki bakat kurang terwadahi untuk mengembangkan bakatnya. dari permasalahan tersebut perlunya membangun sarana prasarana yang dapat mewadahi pengembangan bakat terkait cabang olahraga bulutangkis. maka dari itu banda aceh dipilih sebagai lokasi yang strategis untuk membangun sebuah badminton center karena kotanya yang menjadi ibu kota provinsi dari aceh. perancangan badminton center ini tidak hanya terbuka untuk atlet saja melainkan terbuka untuk banyak kalangan sehingga masyarakat yang memiliki hobi bermain bulutangkis juga dapat menyalurkan hobinya pada rancangan ini. dengan perancangan sebuah badminton center yang baik akan dapat mendatangkan daya tarik tersendiri bagi kota banda aceh. oleh karena itu pendekatan yang tepat untuk perancangan ini adalah high tech. pendekatan ini menggunakan prinsip gerakan arsitektur modern yang membesarkan kesan struktur dan teknologi suatu bangunan.



Abstract

Indonesia is a country that actively participates in international level Olympics, especially badminton. At the international level Indonesia often wins championships and manages to bring trophies in badminton. However, athletes who have won championships in the world cup are rarely won by athlete representatives who specifically come from Aceh. One of the factors that contribute to this is the lack of infrastructure that can accommodate talent development activities in badminton in Aceh. So that athletes who have talent are less accommodated to develop their talents. From these problems, it is necessary to build infrastructure that can accommodate talent development related to badminton. Therefore Banda Aceh was chosen as a strategic location to build a Badminton Center because the city is the provincial capital of Aceh. The design of this Badminton Center is not only open to athletes but is open to many groups so that people who have a hobby of playing badminton can also channel their hobbies in this design. With the design of a good Badminton Center, it will be able to bring its own charm to the city of Banda Aceh. Therefore, the right approach for this design is High Tech. This approach uses the principles of modern architectural movements that raise the impression of the structure and technology of a building.



    SERVICES DESK