Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
HILMAN MAULANA, KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN MEKANIK BUAH AMLA (PHYLLANTHUS EMBLICA L.) SEBAGAI ACUAN DALAM DESAIN ALAT PEMISAH BIJI BUAH AMLA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025

Buah amla atau phyllanthus emblica l. merupakan tanaman herbal yang tumbuh liar di daerah tropis dan subtropis. berbagai bagian tanaman ini seperti cabang, akar, daun, bunga, buah dan bijinya dapat dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional karena khasiat obat dan terapeutiknya yang tinggi. dalam pemanfaatan buah amla, masyarakat pada umumnya melakukan proses pemisahan dengan cara manual, yaitu dengan cara memakai benda tajam (pisau) yang dapat melukai penggunanya. teknik pengolahan secara manual ini tidak efektif karena membutuhkan waktu yang lama dan juga banyak menguras tenaga sehingga dibutuhkan alat pengolahan. karakteristik sifat fisik dan mekanik merupakan data dasar yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan proses perancangan suatu alat dan mesin pertanian. karakteristik sifat fisik dan mekanik pada buah amla merupakan indikator awal yang penting, karena informasi tentang sifat fisik dan mekanik dari bahan pangan tersebut menentukan penggunaan teknologi yang tepat dalam melakukan proses pengolahannya. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik dan mekanik dari buah amla sebagai acuan desain alat pemisah biji buah amla agar dapat membantu dalam proses produksi buah amla sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis dan pendapatan masyarakat. penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei 2024 hingga bulan juni 2024, bertempat di laboratorium teknik pasca panen program studi teknik pertanian fakultas pertanian, universitas syiah kuala, darussalam banda aceh. dimulai dengan proses pemanenan lalu dilakukan proses sortasi dengan memilih buah amla dalam keadaan terbaik tanpa terinfeksi dari mikroorganisme. selanjutnya dilakukan pengukuran dimensi buah amla tersebut dengan cara mayor dan minor menggunakan jangka sorong, setelah itu dilakukan penimbangan dengan menggunakan timbangan digital. kemudian buah amla diletakkan ke dalam oven untuk melakukan perhitungan kadar air. setelah itu dilakukan uji kekerasan menggunakan alat fruit hardness tester, uji bulk density, uji angle of repose, uji tahanan potong dan perhitungan kebutuhan gaya. hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pengukuran dimensi dan berat pada buah amla menunjukkan dimensi mayor 2,33 cm, dimensi minor 2,04 cm, dan berat rata rata buah amla adalah sebesar 6,9 gr. persentase kadar air yang terkandung pada buah amla yaitu sebesar 81,9 %. berdasarkan penelitian didapatkan bahwa persentase kadar air pada buah amla tidak berpengaruh terhadap tingkat kekerasan buah amla. hasil rata-rata dari pengujian bulk density pada buah amla yaitu sebesar 0,425 gr/cm3. hasil uji angle of repose pada buah amla didapatkan bahwa nilai maksimal sudut sebesar 34o. dengan nilai sudut tersebut maka dapat dijadikan acuan dalam pembuatan hopper agar dapat mempelancar jalannya. tingkat kekerasan maksimum dari buah amla yaitu sebesar 3,63 kg/cm2. sedangkan tingkat kekerasan minimum pada buah amla yaitu sebesar 3,01 kg/cm2. perolehan uji tahanan potong buah amla maksimal yaitu sebesar 8,62 n dengan ketebalan daging buah amla 0,76 cm. kebutuhan gaya yang dibutuhkan dalam malakukan pemisahan biji buah amla yaitu sebesar 36,95 n.



Abstract

Amla fruit or Phyllanthus emblica L. is a herbal plant that grows wild in tropical and subtropical areas. Various parts of this plant such as branches, roots, leaves, flowers, fruits and seeds can be used in traditional medicine because of their high medicinal and therapeutic properties. In utilizing amla fruit, people generally carry out the separation process manually, namely by using sharp objects (knives) that can injure the user. This manual processing technique is not effective because it takes a long time and also drains a lot of energy, so processing tools are needed. The characteristics of physical and mechanical properties are basic data that can be used as a reference in designing agricultural tools and machines. The characteristics of physical and mechanical properties in amla fruit are important early indicators, because information about the physical and mechanical properties of the food ingredients determines the use of appropriate technology in carrying out the processing process. This study was conducted to determine the characteristics of the physical and mechanical properties of amla fruit as a reference for the design of an amla fruit seed separator so that it can help in the amla fruit production process so that it can increase the economic value and income of the community. This study was conducted from May 2024 to June 2024, located at the Post-Harvest Engineering Laboratory of the Agricultural Engineering Study Program, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh. Starting with the harvesting process, then the sorting process is carried out by selecting amla fruit in the best condition without being infected by microorganisms. Furthermore, the dimensions of the amla fruit are measured by major and minor methods using a vernier caliper, after which weighing is carried out using a digital scale. Then the amla fruit is placed in the oven to calculate the water content. After that, a hardness test is carried out using a fruit hardness tester, bulk density test, angle of repose test, cutting resistance test and force requirement calculation. The results obtained from this study, namely the measurement of dimensions and weight of amla fruit showed a major dimension of 2.33 cm, a minor dimension of 2.04 cm, and an average weight of amla fruit of 6.9 gr. The percentage of water content contained in amla fruit is 81.9%. Based on the study, it was found that the percentage of water content in amla fruit does not affect the hardness level of amla fruit. The average result of bulk density testing on amla fruit is 0.425 gr/cm3. The results of the angle of repose test on amla fruit showed that the maximum angle value was 34o. With this angle value, it can be used as a reference in making a hopper so that it can smooth its path. The maximum hardness level of amla fruit is 3.63 kg/cm2. While the minimum hardness level of amla fruit is 3.01 kg/cm2. The maximum cutting resistance test of amla fruit is 8.62 N with a thickness of amla fruit flesh of 0.76 cm. The force required to separate amla fruit seeds is 36.95 N.



    SERVICES DESK