Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
TAUFIQ ACHMAD, ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI KELAPA SAWIT DI KABUPATEN NAGAN RAYA. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agribisnis (S1),2025

Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan sektor pertanian indonesia, dengan luas lahan nasional mencapai 14,9 juta hektar, termasuk 475.000 hektar di provinsi aceh, menjadikannya provinsi ke-8 terbesar dalam luas lahan namun peringkat ke-11 dalam produksi. kabupaten nagan raya menjadi sentra utama dengan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa sawit di kecamatan darul makmur dan kecamatan tadu raya, berdasarkan kuota sampling dengan 95 responden yang memenuhi kriteria kepemilikan lahan (1–20 ha) dan pengalaman bertani lebih dari lima tahun. hasil penelitian menunjukkan pendapatan bersih petani di kecamatan tadu raya sebesar rp20.361.556/ha/tahun dan di darul makmur rp22.011.447/ha/tahun, dengan efisiensi biaya sebagai pembeda utama. sebagian besar petani memiliki pendapatan bulanan lebih dari rp10.000.000, meskipun sebagian kecil masih berpenghasilan di bawah rp5.000.000. pengeluaran petani rata-rata di bawah rp5.000.000 per bulan, memungkinkan alokasi sisa pendapatan untuk kebutuhan keluarga, investasi, dan tabungan. kondisi fasilitas rumah tangga seperti listrik, air bersih, komunikasi, dan sanitasi tergolong baik, didukung akses memadai terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. mayoritas petani mampu memberikan pendidikan layak bagi keluarga, mencerminkan kesadaran tinggi terhadap investasi masa depan. berdasarkan indikator kesejahteraan badan pusat statistik (bps), seluruh petani tergolong sejahtera dengan skor kesejahteraan kategori sedang, mencerminkan pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas hidup. penelitian ini menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan di sektor perkebunan kelapa sawit untuk mendukung perekonomian daerah dan nasional.



Abstract

Palm oil is a leading agricultural commodity in Indonesia, with a national plantation area reaching 14.9 million hectares, including 475,000 hectares in Aceh Province, making it the 8th largest province in terms of land area but ranked 11th in production. Nagan Raya Regency serves as the main hub, significantly contributing to the regional economy. This study aims to analyze the income and welfare of oil palm farmers in Darul Makmur and Tadu Raya Subdistricts, using quota sampling with 95 respondents who met the criteria of land ownership (1–20 ha) and more than five years of farming experience. The study results show that net income in Tadu Raya Subdistrict is Rp20,361,556/ha/year, while in Darul Makmur it is Rp22,011,447/ha/year, with cost efficiency being the main differentiator. Most farmers earn a monthly income of more than Rp10,000,000, although a small portion still earns less than Rp5,000,000. Farmers' expenditures average below Rp5,000,000 per month, allowing them to allocate residual income for family needs, investments, and savings. Household facilities such as electricity, clean water, communication, and sanitation are in good condition, supported by adequate access to healthcare and education. The majority of farmers can provide proper education for their families, reflecting high awareness of future investments. Based on welfare indicators from the Central Bureau of Statistics (BPS), all farmers are classified as prosperous, with a welfare score in the moderate category, reflecting the fulfillment of basic needs and improved quality of life. This study emphasizes the importance of sustainable development in the oil palm plantation sector to support regional and national economies.



    SERVICES DESK