Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Listiawati, ANALISIS PROBABILITAS DERET HARI KERING DAN HARI SANGAT BASAH DI PANTAI BARAT SELATAN PROVINSI ACEH. Banda Aceh fakultas teknik pertanian,2025

Indonesia merupakan negara agraris yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. perubahan iklim menyebabkan terjadinya perubahan pola hujan, pergeseran awal musim hujan, perubahan panjang musim hujan, dan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem. cuaca ektrem seperti banjir dan kekeringan, menjadi salah satu ancaman yang sering ditemukan di pantai barat selatan provinsi aceh. banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, sedangkan kekeringan dipicu oleh tingginya frekuensi hari kering. pada sektor pertanian, banjir dan kekeringan dapat menurunkan produksi tanaman pangan atau bahkan menyebabkan gagal panen. atas dasar kondisi tersebut, maka informasi tentang probabilitas deret hari kering dan hari sangat basah menjadi sangat penting. informasi tersebut dapat menjadi acuan dalam upaya untuk penanggulangan bahaya banjir dan kekeringan, khususnya dalam bidang pertanian. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran probabilitas deret hari kering dan hari sangat basah di pantai barat selatan provinsi aceh. data yang digunakan pada penelitian ini adalah data curah hujan harian dengan rentang waktu tahun 2014-2023 untuk nagan raya dan 2007-2017 untuk aceh selatan. data tersebut diperoleh dari stasiun meteorologi di wilayah penelitian yang tersedia online di website bmkg. hari kering didefinisikan sebagai hari tanpa curah hujan atau hari dengan curah hujan yang sangat kecil yaitu < 0,5 mm/hari, sedangkan hari sangat basah adalah hari dengan curah hujan yang lebat yaitu ≥ 50 mm/hari. probabilitas deret hari kering dan hari sangat basah di analisa menggunakan metode markov chain orde 1. analisa data dimulai dengan melakukan pemeriksaan kualitas data, menentukan frekuensi setiap kejadian (hari kering, hari basah, dan hari sangat basah), melakukan perhitungan probabilitas awal, meliputi probabilitas hari kering, hari basah dan hari sangat basah, dan melakukan perhitungan probabilitas bersyarat, berupa probabilitas deret hari kering dan hari sangat basah. hasil analisa menunjukkan bahwa probabilitas hari kering di aceh selatan lebih besar dibandingkan dengan nagan raya, terutama untuk deret hari kering 3-7 hari. namun untuk probabilitas deret hari kering berdurasi 2 hari, nagan raya memiliki probabilitas yang sedikit lebih besar. berdasarkan persentase hari kering bulan juli merupakan bulan paling kering di aceh selatan yaitu mencapai 65%, yang kemudian diikuti oleh bulan februari dan juni. periode paling kering di nagan raya terjadi pada bulan februari, walaupun demikian probabilitas hari kering kurang dari 50%. probabilitas hari sangat basah di nagan raya lebih besar dibandingkan dengan aceh selatan, hal ini konsisten sepanjang tahun. probabilitas hari sangat basah di nagan raya umumnya terkonsentrasi pada bulan oktober. probabilitas kejadian deret hari sangat basah juga lebih besar di nagan raya, terutama pada bulan juli dan september, dimana probabilitas 2 hari sangat basah berurutan mencapai 20%. sementara itu, pada periode januari-mei, aceh selatan memiliki probabilitas 2 hari sangat basah berurutan lebih tinggi dibandingkan dengan nagan raya. secara keseluruhan, aceh selatan cenderung memiliki potensi kekeringan yang lebih tinggi, terutama pada bulan juli, sedangkan nagan raya memiliki potensi banjir yang lebih tinggi, terutama pada bulan oktober.



Abstract

Indonesia is an agricultural country that is very vulnerable to climate change. Climate change causes changes in rainfall patterns, shifts in the start of the rainy season, changes in the length of the rainy season, and increased occurrences of extreme weather. Extreme weather such as floods and droughts are one of the threats that are often found on the south west coast of Aceh Province. Floods are caused by high rainfall, while droughts are triggered by the high frequency of dry days. In the agricultural sector, floods and droughts can reduce food crop production or even cause crop failure. Based on these conditions, information on the probability of a series of dry days and very wet days is very important. This information can be a reference in efforts to overcome the dangers of floods and droughts, especially in agriculture. This study aims to determine the magnitude of the probability of a series of dry days and very wet days on the south west coast of Aceh Province. The data used in this study are daily rainfall data with a time span of 2014-2023 for Nagan Raya and 2007-2017 for South Aceh. The data were obtained from meteorological stations in the research area which are available online on the BMKG website. A dry day is defined as a day without rainfall or a day with very little rainfall, namely



    SERVICES DESK