Kakap putih (lates calcalifer) atau barramundi merupakan spesies ikan budidaya di indonesia yang memiliki permintaan pasar yang terus meningkat. kakap putih merupakan salah satu jenis ikan air laut yang memiliki kandungan omega-3, kandungan protein sekitar 20%, dan mempunyai kadar lemak sebesar 5%. dalam pembudidayaan ikan ini dimulai dengan alat dan bahan disterilisasi agar meminimalisir kegagalan dalam proses pemeliharaan. seleksi induk harus dilakukan untuk memilih calon indukan yang berkualitas supaya telur yang dihasilkan juga berkualitas dengan cara seleksi umur calon induk dan juga fisik. pemberian pakan yang berkualitas juga menjadi pendorong untuk keberhasilan dalam pemeliharaan induk kakap putih (lates calcarifer). pengelolaan air yang baik dengan menjaga ph, salinitas, suhu yang benar semestinya hidup di alam agar induk berproduksi dengan normal. pemijahan induk ikan kakap terjadi pada malam hari dimana betina akan mengeluarkan telur dan dalam waktu bersamaan pejantan menyemprotkan sel sperma. telur yg terbuahi akan berada dibagian permukaan bak dan akan mengalir ke pipa yang sebelumnya sudah dipasang egg collector. telur yang terbuahi akan terkumpul di egg collector kemudian di pagi hari dilakukan pengambilan telur dan memindahkannya ke kolam penetasan hatchery. pengendalian penyakit yang dilakukan di bpbap ujung batee yakni dengan cara merendam ikan dengan air tawar beberapa saat kemudian diamati pergerakannya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
MANAJEMEN PEMELIHARAAN INDUK IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCALIFER) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU UJUNG BATEE. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan / Prodi Kesehatan Hewan (D3),2025
Baca Juga : MANAJEMEN PEMELIHARAAN INDUK IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCALIFER) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU UJUNG BATEE (RASYID ARBRIAN BASUDEWA, 2025)
Abstract
White snapper (Lates calcalifer) or barramundi is a species of cultured fish in Indonesia that has increasing market demand. white snapper is one type of seawater fish that has omega-3 content, protein content of around 20%, and has a fat content of 5%. In the cultivation of this fish, tools and materials are sterilized to minimize failure in the rearing process. Broodstock selection must be carried out to select quality prospective broodstock so that the eggs produced are also of high quality by selecting the age of the prospective broodstock and also physically. Quality feeding is also a driver for success in raising white snappers (Lates calcarifer). Good water management by maintaining the correct pH, salinity, temperature and DO should live in nature so that the parents produce normally. Snapper spawning occurs at night where the female will release eggs and at the same time the male sprays sperm cells. Fertilized eggs will be on the surface of the tub and will flow into the pipe that has previously been installed egg collector. Fertilized eggs will be collected in the egg collector then in the morning eggs are collected and transferred to the hatchery pond. Disease control carried out at BPBAP Ujung Batee is by soaking the fish with fresh water for a while and then observing its movement.
Baca Juga : TEKNIK PENDEDERAN BENIH IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU UJUNG BATEE (Alhafidh, 2024)