Banjir adalah aliran permukaan yang melimpas secara berlebihan dalam durasi tertentu. penyebab banjir dapat dikaitkan oleh banyak hal, termasuk perubahan fungsi lahan, kondisi topografi, dan morfologi das. berkurangnya lahan yang berfungsi sebagai daerah resapan air menyebabkan peningkatan limpasan permukaan. banjir pernah terjadi di das geuni, yakni hulu das krueng baroe, berlokasi di kabupaten pidie, provinsi aceh, yang memiliki luas sekitar 167,66 km². das geuni mengalami banjir dengan indikasi adanya alih fungsi lahan pada tahun 2017 dan tahun 2022. dampak banjir tersebut telah menyebabkan kerugian besar terutama pada daerah pemukiman dan persawahan. tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dampak perubahan tutupan lahan pada das dan menganalisis debit puncak banjir akibat perubahan tutupan lahan tahun 2012, 2017, dan 2022. pendekatan melibatkan analisis spasial guna memantau perubahan fungsi lahan dengan perangkat arcgis dan analisis hidrologi guna memodelkan hidrograf debit banjir dengan metode scs. hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kenaikan nilai debit banjir pada das geuni terhadap peristiwa alih fungsi lahan. pada tahun 2012, 2017, dan 2022, nilai debit banjir maksimum kala ulang 2 tahun adalah 147,02 m³/det, 147,86 m³/det, dan 147,49 m³/det, sedangkan kala ulang 100 tahun, nilai debit banjir maksimum adalah 401,75 m³/det, 404,69 m³/det, dan 405,07 m³/det. kenaikan debit banjir tersebut diiringi dengan peningkatan luas pemukiman dari tahun 2012 hingga 2022, yakni 56 ha menjadi 249 ha, dan kenaikan luas lahan terbuka, yakni 257 ha menjadi 539 ha. perbedaan kenaikan yang kecil dipengaruhi oleh persentase luas hutan yang masih sangat tinggi berkisar 95% dari total luas das dalam menjaga dominasi nilai cn. tingginya debit banjir yang dihasilkan menunjukkan bahwa debit banjir juga dapat dipengaruhi oleh kondisi lain seperti tinggi intensitas hujan serta morfologi das geuni. upaya mitigasi dan pelestarian ekologis das diperlukan seperti penanganan sedimentasi sungai, peninjauan kembali zona hutan lindung, dan lain-lainnya demi pencegahan banjir mendatang.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR DAERAH ALIRAN SUNGAI GEUNI KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2025
Baca Juga : STUDI KECOCOKAN METODE PERHITUNGAN HUJAN RENCANA WILAYAH DAN PERHITUNGAN DEBIT BANJIR PADA DAS GEUNI (Safira Atikah, 2022)
Abstract
Flooding is the excessive overflow of surface runoff occurring within a specific duration. The causes of flooding can be associated with various factors, including land-use changes, topographic conditions, and watershed morphology. The reduction in land functioning as water infiltration areas leads to increased surface runoff. Flooding has occurred in the Geuni Watershed (DAS Geuni), the upstream area of the Krueng Baroe Watershed, located in Pidie Regency, Aceh Province, with an area of approximately 167.66 km². DAS Geuni experienced flooding in 2017 and 2022, which is indicated by land-use changes. These floods have caused significant damage, particularly in residential and agricultural areas. The study aims to identify the impacts of land-cover changes on the watershed and analyze peak flood discharges resulting from land-cover changes in 2012, 2017, and 2022. The approach involves spatial analysis using ArcGIS to monitor land-use changes and hydrological analysis to model flood discharge hydrographs using the SCS method. The results indicate an increase in flood discharge values in DAS Geuni due to land-use changes. In 2012, 2017, and 2022, the maximum flood discharge values for a 2-year return period were 147.02 m³/s, 147.86 m³/s, and 147.49 m³/s, respectively. For a 100-year return period, the maximum flood discharge values were 401.75 m³/s, 404.69 m³/s, and 405.07 m³/s, respectively. These increases in flood discharge were accompanied by an expansion of residential areas from 56 ha in 2012 to 249 ha in 2022 and an increase in open land from 257 ha to 539 ha during the same period. The relatively small increase in flood discharge is influenced by the high percentage of forest cover, which remains around 95% of the total watershed area, maintaining the dominance of the CN values. The high flood discharges also indicate that other factors, such as high rainfall intensity and the morphology of DAS Geuni, may significantly contribute to the flooding events. Mitigation efforts and ecological preservation of the watershed are necessary, including river sedimentation management, reevaluation of protected forest zones, and other measures to prevent future flooding.
Baca Juga : SKENARIO PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG PASEE ACEH UTARA (Rauza Azkya, 2026)