Kota banda aceh, sebagai ibu kota provinsi aceh, merupakan salah satu wilayah yang beberapa sudut areanya masih mengalami masalah genangan. letaknya yang berada di dataran rendah dan berdekatan dengan sungai besar seperti krueng aceh dan krueng daroy sehingga membuat beberapa area tersebut rentan terhadap luapan. selain itu, sistem drainase yang belum optimal dan perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan turut memperburuk kondisi ini. wilayah yang rentan terhadap genangan sering kali berada di dataran rendah, berdekatan dengan sungai besar, atau memiliki sistem drainase yang tidak optimal. perbaikan perlu dilakukan dengan menganalisis data dengan perhitungan pada titik genangan yang menjadi prioritas pada saluran yang memerlukan perbaikan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil skoring genangan dan memberikan rekomendasi tindakan yang dapat dilakukan. metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif yang didasari dengan penggunaan analisis skala prioritas menggunakan peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat no. 12 tahun 2014, dan analisis kuesioner dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas dan skoring. dalam penelitian ini, data primer yang dibutuhkan berupa observasi lapangan dan kuesioner. sedangkan data sekunder meliputi, data tinggi genangan, data luas genangan, peta kota banda aceh, dan data drainase perkotaan kota banda aceh. hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan jaya baru menempati prioritas tertinggi dalam penanganan genangan di kota banda aceh, dengan kawasan emperom mencatat skor tertinggi sebesar 476, diikuti oleh kawasan lain seperti emperom, lampoh daya, dan bitai (471), serta lamteumen barat (464). kawasan kuta alam (470) dan neusu serta peuniti di kecamatan baiturrahman (436) juga menunjukkan tingkat kerentanan signifikan. rekomendasi penanganan genangan meliputi pendekatan fisik, seperti perbaikan drainase, pembangunan kolam retensi, dan revitalisasi sungai, serta pendekatan non-fisik berupa penguatan regulasi, peningkatan kapasitas pemerintah, dan optimalisasi tata ruang. kombinasi strategi ini diharapkan mampu mengatasi genangan secara efektif dan berkelanjutan. kata kunci : genangan, parameter genangan, skala prioritas
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
SKALA PRIORITAS PENANGANAN GENANGAN DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Program Studi Magister Teknik Sipil,2025
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN PENGHUNI PERUMAHAN JEULINGKE RESIDENCE PADA ASPEK JALAN, DRAINASE DAN ASPEK TRANSPORTASI (MUHAMMAD IQBAL, 2019)
Abstract
The city of Banda Aceh, as the capital of Aceh Province, is one of the areas where several corners of the area still experience inundation problems. Its low-lying location and proximity to major rivers such as Krueng Aceh and Krueng Daroy make some areas vulnerable to overflow. In addition, the drainage system is not yet optimal and the behavior of people who do not care about environmental cleanliness also worsens this condition. Areas prone to inundation are often in low-lying areas, adjacent to large rivers, or have suboptimal drainage systems. Improvements need to be made by analyzing data with calculations on priority inundation points in channels that require improvement. The purpose of this study was to assess the parameters of inundation in Banda Aceh City, and identify how to prioritize its handling. The method used in this research is descriptive quantitative based on the use of priority scale analysis using the Minister of Public Works and Housing Regulation No. 12 of 2014, and questionnaire analysis using validity, reliability and scoring tests. In this research, the primary data required are field observations and questionnaires. While secondary data includes, inundation height data, inundation area data, Banda Aceh City map, and Banda Aceh City urban drainage data. The results of this study identified inundation parameters in Banda Aceh, finding that existing drainage has not been able to cope with high water volumes, causing regular inundation during the rainy season. The impacts include disruption of daily activities and economic burden on families due to damage to household goods. Priority treatments were identified, particularly in Jaya Baru sub-district, with the highest score in Emperom (476), followed by Emperom, Lampoh Daya, and Bitai (471). Keywords: Inundation, Inundation Parameters, Priority Scale
Baca Juga : EVALUASI KONDISI JALAN DI DAERAH KUMUH DAN STUDI PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN DI KABUPATEN PIDIE (HENDRA SATRYA, 2018)