Buah alpukat merupakan salah satu jenis tanaman klimaterik yang tetap melakukan respirasi sewaktu lepas panen. buah alpukat merupakan buah yang mempunyai kadar air yang tinggi sehingga dikenal sebagai bahan pangan yang cepat rusak dan mempunyai umur penyimpanan yang relatip singkat (pantastico, 1986). maka dianggap perlu adanya pemilihan teknik penyimpanan yang tepat untuk buah alpukat. suhu, kelembaban udara dan media tempat penyimpanan merupakan parameter yang dapat mempengaruhi umur simpan buah alpukat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan mutu fisik dan kimia buah alpukat selama penyimpanan. penelitian dilaksanakan di laboratorium teknik pasca panen, program studi teknik pertanian, fakultas pertanian, universitas syiah kuala, darussalam, banda aceh pada bulan april -- mei 2009. analisis mutu fisik dan kimia buah alpukat meliputi susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut, kadar lemak dan uji organoleptik yang masing-masing diamati setiap hari penyimpanan sampai panelisi menolak. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengk.ap (ral) faktorial dengan dua faktor yang di uji, yaitu : variasi tempat penyimpanan yaitu suhu ruang (kontrol), dalam styrofoam yang dibungkus plastik ldpe, dalam karung yang berisi beras dan lama penyimpanan (hari) yaitu setiap hari sampai panelis menolak. masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. hasil penelitian menunjukan bahwa variasi penyimpanan, lama penyimpanan dan interaksi antara keduanya berpengaruh nyata terhadap susut bobot, kekerasan, total padatan terlarut (tpt), kadar lemak dan uji organileptik buah alpukat tersebut. dari hasil uji lanjut duncan 5% pengaruh lama penyimpanan terhadap kekerasan dan wama buah alpukat di setiap hari penyimpanan berbeda nyata. sedangkan hasil uji lanjut duncan 5 % pengaruh variasi tempat penyimpanan berbeda nyata hanya untuk susut bobot buah alpukat. penyimpanan buah alpukat dalam karung yang berisi beras dapat bertahan sampai 6 hari, kontrol buah alpukat dapat bertahan sampai 8 hari penyimpanan dan yang paling lama ditolak panelis adalah dalam styrofoam yang di bungkus plastik ldpe yang dapat bertahan sampai hari ke-10 penyimpanan. dengan nilai susut bobot 9,733%, kekerasanya 0,21l kg/en, tpt sebesar 9,337 %brix dan kadar lemaknya sebesar 7,670%. dari hasil regresi terhadap uji organoleptik umur simpan buah alpukat pada variasi penyimpanan dalam karung yang berisi beras adalah yang paling cepat ditolak panelis dengan persa.maan y = -0,6048x + 6,4572. sedangkan pada variasi penyimpanan dalam styrofoam yang di bungkus plastik ldpe aroma buah alpukat adalah yang paling lama ditolak panelis dengan persamaan y = -0,2372x + 5,7523.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERUBAHAN MUTU FISIK DAN KIMIA BUAH ALPUKAT (PERCEA AMERICANA MILL) SELAMA PENYIMPANAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2009
Baca Juga : TINJAUAN PENANGANAN DAN PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) (Firdaus, 2024)