Pada pemilu tahun 2024 di kota medan terdapat adanya politisasi birokrasi dalam pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden. terdapat permasalahan dalam pemilu di kota medan tahun 2024 yaitu adanya salah satu aparatur sipil negara (asn) yang tidak netral dalam melakukan hak pilihnya, yang dimana cenderung menunjukkan ketidaknetralan pada saat sebelum pemilu dilaksanakan seperti halnya menggunakan simbol-simbol tertentu yang melambangkan salah satu paslon, selain itu juga adanya kepentingan politik yang tinggi di kota medan pada pemilu tahun 2024. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan politisasi birokrasi dan upaya mewujudkan netralitas birokrasi yang terjadi di pemilu tahun 2024 di kota medan. penelitian ini menggunakan teori new institutionalism (institusionalisme baru). metode yang digunakan dalam penelitian bersifat kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara. hasil penelitian menunjukkan bahwa politisasi birokrasi di kota medan pada pemilu tahun 2024 dipengaruhi oleh dinamika politik lokal, kurangnya sanksi tegas, dan kurangnya pengawasan publik. upaya pemerintah dalam mewujudkan netralitas birokrasi telah dilakukan melalui kebijakan, pendidikan, dan pengawasan, namun tantangan dalam pelaksanaan dan penegakan hukum masih perlu diperbaiki. diharapkannya bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menciptakan birokrasi yang lebih netral dan profesional, sehingga pelayanan publik dapat dilakukan tanpa adanya pengaruh politik yang merugikan. kata kunci: pemilihan umum, netralitas asn, birokrasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS POLITISASI BIROKRASI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI KOTA MEDAN. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,2025
Baca Juga : PELANGGARAN KODE ETIK OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM (STUDI PUTUSAN NOMOR 141-PKE-DKPP/XII/2023) (CUT WAHYUNI ACEH PUTRI, 2025)
Abstract
In the 2024 elections in Medan City, there is a politicization of the bureaucracy in the selection of presidential and vice-presidential candidates. There are issues in the 2024 elections in Medan City, such as one Civil Servant (ASN) who is not neutral in exercising their voting rights, showing a tendency towards bias before the elections by using certain symbols representing one of the candidates. Additionally, there is a high level of political interest in Medan City during the 2024 elections. The purpose of this research is to identify the factors causing the Politicization of Bureaucracy and efforts to achieve bureaucratic neutrality that occurred in the 2024 elections in Medan City. This research uses the New Institutionalism Theory. (Institusionalisme baru). The method used in the research is descriptive qualitative, with data collection methods including Observation, Documentation, and Interviews. The research results show that the politicization of the bureaucracy in Medan City during the 2024 elections is influenced by local political dynamics, lack of strict sanctions, and lack of public oversight. The government's efforts to achieve bureaucratic neutrality have been carried out through policies, education, and supervision, but challenges in implementation and law enforcement still need to be improved. It is hoped that the government and society will work together to create a more neutral and professional bureaucracy, so that public services can be provided without harmful political influence. Keywords: General Election, ASN Neutrality, Bureaucracy.
Baca Juga : PENGARUH PRAKTIK POLITIK TRANSAKSIONAL TERHADAP RASIONALITAS PEMILIH PADA PEMILU TAHUN 2024 DI KOTA LANGSA (KHAIRUNISA, 2025)