Kebutuhan perumahan di kota banda aceh meningkat akibat pertumbuhan penduduk yang pesat, mengurangi ketersediaan lahan dan menimbulkan permukiman kumuh. program kotaku dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan lingkungan, terutama di kawasan krueng daroy yang sebelumnya mengalami masalah sanitasi, drainase, persampahan, dan jalan lingkungan. penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program dengan mengukur capaian indikator kumuh serta persepsi warga, perangkat desa, dan pemerintah. evaluasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam perencanaan dan pengelolaan ruang publik yang berkelanjutan di banda aceh. metode yang digunakan berupa kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi indikator kumuh dengan tabel checklist dan wawancara. hasil menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar indikator tercapai dengan persentase tinggi, masih terdapat kekurangan pada pengelolaan air limbah dan rth. maka dari itu, meskipun program kotaku di kawasan krueng daroy dinilai efektif dalam memperbaiki kondisi kawasan, capaian program yang diraih belum sepenuhnya optimal. kata kunci: evaluasi, capaian program, program kotaku, indikator kumuh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI CAPAIAN PROGRAM KOTAKU PADA KAWASAN KRUENG DAROY, BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Arsitektur,2025
Baca Juga : PENETAPAN KUALITAS AIR BERDASARKAN KEANEKARAGAMAN PLANKTON DI KRUENG DAROY (ARIHSYAH PUTRA ZAI, 2018)
Abstract
The housing demand in Banda Aceh City has increased due to rapid population growth, reducing land availability and leading to the emergence of slum settlements. The KOTAKU Program was implemented to improve infrastructure and environmental quality, particularly in the Krueng Daroy area, which previously faced issues with sanitation, drainage, waste management, and neighborhood roads. This study aims to evaluate the program's effectiveness by measuring the achievement of slum indicators and assessing the perceptions of residents, village officials, and the government. The evaluation is expected to contribute positively to sustainable public space planning and management in Banda Aceh. The research employed a qualitative method by collecting data through slum indicator observations using a checklist table and interviews. The results indicate that although most indicators were achieved with high percentages, shortcomings remain in wastewater management and green open space. Therefore, while the KOTAKU Program in the Krueng Daroy area has been effective in improving the area's condition, the program's achievements have yet to be fully optimal. Keywords: Evaluation, Program Achievement, KOTAKU Program, Slum Indicator