Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SULTAN FATURRAHMAN PASHA, PEMETAAN KERENTANAN WILAYAH PESISIR DENGAN METODE COASTAL VULNERABILITY INDEX (CVI) DI KAWASAN PESISIR BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota,2025

Kawasan pesisir memiliki peran penting karena merupakan peralihan antara darat dan laut serta menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat, seperti perikanan, pelabuhan, dan pariwisata. pemanasan global yang menyebabkan kenaikan muka air laut dan perubahan iklim meningkatkan kerentanan pesisir terhadap bencana alam. kota banda aceh, dengan garis pantai panjang, lereng yang landai, dan seringnnya terjadi perubahan iklim berpotensi besar terdampak oleh fenomena ini. penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sebaran spasial melalui pemetaan kerentanan fisik pada kawasan pesisir kota banda aceh, dengan menggunakan metode coastal vulnerability index (cvi) berbasis data sekunder dan citra satelit yang dianalisis dalam sistem informasi geografis (gis). metode cvi didasarkan pada sistem ranking tiap variabelnya yaitu geomorfologi, kemiringan pantai, perubahan garis pantai, tinggi gelombang, laju perubahan muka air laut dan pasang surut. secara keseluruhan, hasil analisis menggunakan perhitungan coastal vulnerability index (cvi) nilai perhitungan berkisar antara 1,73 – 4,24. diperoleh hasil bahwa kawasan pesisir di gampong pie, alue naga, alue deah teungoh, gampong pande, lampaseh dan lampulo memiliki potensi kerentanan sangat rendah. sementara itu deah raya dan ulee lheue memiliki potensi kerentanan rendah. dengan penerapan mitigasi yang sesuai pada masing-masing kawasan, baik yang memiliki potensi kerentanan sangat rendah maupun rendah, risiko kerentanan dapat ditekan.



Abstract

Coastal areas play a significant role as transitional zones between land and sea, serving as hubs for various community activities, such as fisheries, ports, and tourism. Global warming, which causes sea level rise and climate change, increases the vulnerability of coastal areas to natural disasters. Banda Aceh, with its extensive coastline, gentle slopes, and frequent climate changes, is highly susceptible to these phenomena. This study aims to identify the spatial distribution of physical vulnerability in the coastal areas of Banda Aceh through mapping using the Coastal Vulnerability Index (CVI) method. The analysis is based on secondary data and satellite imagery processed within a Geographic Information System (GIS). The CVI method employs a ranking system for variables including geomorphology, beach slope, shoreline change, wave height, sea-level rise rate, and tidal range. The analysis results, based on Coastal Vulnerability Index (CVI) calculations, range from 1.73 to 4.24. The findings reveal that Gampong Pie, Alue Naga, Alue Deah Teungoh, Gampong Pande, Lampaseh, and Lampulo exhibit very low vulnerability. Meanwhile, Deah Raya and Ulee Lheue show low vulnerability. By implementing appropriate mitigation strategies tailored to each area's vulnerability level, whether very low or low, the risks associated with coastal vulnerability can be minimized.



    SERVICES DESK