Abstrak gampong pande merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan kuta raja kota banda aceh gampong pande juga merupakan cikal bakalnya kota banda aceh yaitu awalnya pusat kerajaan lamuri dan kemudian menjadi bandar darussalam masa aceh pada lalu. pada saat datangnya belanda setelah terjadi peperangan dan aceh coba di kuasai belanda daerah ini diganti nama menjadi gampong pande karena penduduknya berpropesi sebagai pandai besi hingga sekarang daerah ini masih dengan nama gampong pande dengan berbagai macam kekhasan yang ada pada desa ini seperti adanya situs budaya, hutan nipah, daerah tambak yang luas dan juga peninggalan mengolah logam. namun pada saat terjadinya bencana gempa bumi yang kemudian disusul dengan gelombang tsunami pada tanggal 26 desember 2004, desa ini mengalami kerusakan total sehingga untuk mengetahui keberadaaan desa ini masyarakat mengidentifikasinya dengan melihat sisa dari situs budaya makam tgk di kandang dan juga beberapa situs makam budaya yang lainnya kemudian masyarakat mencoba kembali ke desa dan membangun kembali tempat mereka tinggal, pada saat inilah paling tepat untuk menata kembali kawasan desa ini menjadi kawasan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan segala aspek yang dimiliki oleh kawasan ini sehingga dalam penataannya, bukan saja kawasan yang di tata namun membangun desanya bersamaan membendayakan masyarakatnya dalam perekonoman sehingga desa ini bisa mandiri. pembangunan berkelanjutan merupakan suatu prinsip yang tepat digunakan dalam penataan desa ini karena yang diinginkan adalah menjaga warisan-warisan yang ada pada kawasan ini dan juga peningkatan sumber daya alamnnya bersamaan dengan peningkatan sumber daya manusianya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
REVITALISASI GAMPONG PANDE MENUJU PERKAMPUNGAN BERKELANJUTAN TEMA: SUSTAINABLE ARCHITECTURE. Banda Aceh Fakultas Teknik,2008
Baca Juga : REVITALISASI GAMPONG PANDE MENUJU PERKAMPUNGAN BERKELANJUTAN TEMA: SUSTAINABLE ARCHITECTURE (Romiyansyah, 2025)
Abstract
Baca Juga : PERANCANGAN KEBUN BINATANG DI ACEH BESAR DENGAN TEMA BIOPHILIC ARCHITECTURE (FARAH DARAINI, 2025)