Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Rahmi Susanti, ANALISIS KESESUAIAN LOKASI LAYANAN KESEHATAN DENGAN PEMUKIMAN PENDUDUK DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR : STUDI PERBANDINGAN PENERAPAN METODE SERVICE AREA. Banda Aceh Fakultas MIPA Informatika,2025

Abstrak layanan kesehatan merupakan fasilitas penting untuk menjaga kesehatan masyarakat, sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. di indonesia, dengan jumlah penduduk yang besar, keterjangkauan layanan kesehatan menjadi tantangan utama. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas layanan kesehatan di kota banda aceh dan aceh besar menggunakan metode network analyst dan buffering. data yang digunakan meliputi shapefile layanan kesehatan, jaringan jalan, pemukiman penduduk, dan batas wilayah administratif. analisis service area dan buffering diterapkan pada radius 300 m, 600 m, 1.200 m, dan 3.000 m. service area mempertimbangkan jaringan jalan sedangkan buffering tanpa jaringan jalan. hasil menunjukkan keterjangkauan di banda aceh mencapai 100%, sementara di aceh besar hanya 96,15%. tidak diperlukan penambahan fasilitas di banda aceh karena seluruh wilayah telah terlayani secara merata. sebaliknya, aceh besar direkomendasikan menambah 10 titik layanan kesehatan untuk meningkatkan akses di wilayah terpencil. kata kunci: network analysis, service area, buffering, arcgis, layanan kesehatan, pemukiman penduduk.



Abstract

ABSTRACT Health services are important facilities to maintain public health, as regulated in Law Number 36 of 2009 concerning Health. In Indonesia, with a large population, accessibility of health services is a major challenge. This study aims to analyze the accessibility of health services in Banda Aceh City and Aceh Besar using network analyst and buffering methods. The data used include health service shapefiles, road networks, residential areas, and administrative boundaries. Service area and buffering analysis are applied to a radius of 300 m, 600 m, 1,200 m, and 3,000 m. Service areas consider road networks while buffering does not. The results show that accessibility in Banda Aceh reaches 100%, while in Aceh Besar it is only 96.15%. There is no need to add facilities in Banda Aceh because all areas have been served evenly. On the other hand, Aceh Besar is recommended to add 10 health service points to improve access in remote areas. Keywords: Network Analysis, Service Area, Buffering, ArcGIS, Health Services, Settlements.



    SERVICES DESK