Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
RIKA ASMALINA, IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN BEUTONG BAWAH KABUPATEN NAGAN RAYA. Banda Aceh Fakultas KIP PPKN,2025

Berdasarkan observasi yang dilakukan di tiga sekolah dasar, yaitu sd negeri babah krueng, sd negeri blang dalam, dan sd negeri krueng ukam 1, yang telah menerapkan kurikulum merdeka pada tahun pelajaran 2022/2023. peneliti menemukan bahwa masih rendahnya pemahaman guru terhadap prosedur dan ketentuan dalam kurikulum merdeka, terutama dalam perencanaan dan administrasi, menjadi tantangan utama dalam pelaksanaannya. fokus utama penelitian ini adalah memahami bagaimana sekolah dasar menerapkan pbl sebagai bagian dari kurikulum merdeka, serta mengevaluasi efektivitas program yang dirancang untuk menguatkan profil pancasila siswa melalui pendekatan berbasis proyek. penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar dalam menerapkan strategi belajar melalui projects based learning; dan (2) mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar dalam mengevaluasi program yang berbasis proyek penguatan profil pancasila. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang guru dari tiga sekolah dasar yaitu sd negeri babah krueng, sd negeri blang dalam, dan sd negeri krueng ukam 1. hasil penelitian ini adalah: (1) implementasi kurikulum merdeka melalui project based learning di sd negeri babah krueng, sd negeri blang dalam, dan sd negeri krueng ukam 1 dapat dijalankan sesuai dengan kondisi geografis, teknologi, dan kebutuhan siswa, menggunakan metode pengajaran kreatif yang mendukung pengembangan karakter dan keterampilan siswa; dan (2) evaluasi program berbasis proyek penguatan profil pancasila menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kreativitas dan keterlibatan siswa, meskipun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan media pembelajaran dan akses teknologi. kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar melalui project based learning (pbl) telah disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan setempat dan berhasil meningkatkan kreativitas siswa, meskipun terdapat tantangan dalam akses teknologi. selain itu, evaluasi menunjukkan metode ini efektif dalam mendukung pencapaian tujuan kurikulum dan pengembangan profil pancasila siswa. disarankan agar sekolah terus mendukung implementasi pbl dengan menyediakan fasilitas dan pelatihan yang memadai serta melakukan evaluasi berkala untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan siswa kata kunci: kurikulum merdeka, program proyek penguatan profil pancasila, sekolah dasar kabupaten nagan raya



Abstract

Based on observations conducted at three elementary schools is SDN Babah Krueng, SDN Blang Dalam, and SDN Krueng Ukam 1 that implemented the Merdeka Curriculum in the 2022/2023 academic year, the researcher found that teachers' limited understanding of the procedures and regulations in the Merdeka Curriculum, especially in planning and administration, remains a key challenge. The main focus of this study is to understand how elementary schools implement Project-Based Learning (PBL) as part of the Merdeka Curriculum and to evaluate the effectiveness of programs designed to strengthen students' Pancasila profiles through project-based approaches. This study aims to: (1) describe and analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools through Project- Based Learning strategies; and (2) describe and analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools in evaluating Pancasila profile strengthening programs. The research uses a descriptive qualitative method. Data were collected through interviews and documentation, and the analysis was conducted using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The informants in this study were 12 teachers from three elementary schools: SDN Babah Krueng, SDN Blang Dalam, and SDN Krueng Ukam 1. The results of this study are: (1) The implementation of the Merdeka Curriculum through Project-Based Learning at SDN Babah Krueng, SD Negeri Blang Dalam, and SDN Krueng Ukam 1 was adapted to the geographical, technological, and student needs, using creative teaching methods that support the development of students' character and skills; and (2) The evaluation of the project-based Pancasila profile strengthening program showed success in enhancing students' creativity and engagement, despite challenges such as limited learning media and access to technology. The conclusion of this study is that the implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools through Project-Based Learning (PBL) has been adapted to local needs and has successfully increased students' creativity, despite challenges in technology access. Additionally, the evaluation shows that this method is effective in supporting curriculum goals and the development of students' Pancasila profiles. It is recommended that schools continue to support the implementation of PBL by providing adequate facilities and training, as well as conducting regular evaluations to adjust the program to students' needs. Keywords: Merdeka Curriculum, Pancasila Student Profile Reinforcement Project, Elementary Schools of Nagan Raya Regency



    SERVICES DESK