Penelitian ini dilatar belakangi oleh seringnya perilaku membolos yang muncul di sma negeri 1 kota subulussalam. sehingga perlunya pengkajian terkait dengan perilaku membolos siswa tentang apa saja hambatan komunikasi interpersonal yang terjadi antara guru bimbingan konseling dengan siswa yang membolos, pendekatan yang dilakukan oleh guru bimbingan konseling dengan siswa yang membolos. penelitian ini dilakukan pada siswa kelas x dan xi yang sering membolos. teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan wawancara. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan-hambatan komunikasi interpersonal yang terjadi antara guru bimbingan konseling dan siswa yang membolos di sma negeri 1 kota subulussalam yaitu hambatan persepsi, hambatan budaya, hambatan bahasa dan gaya komunikasi. faktor yang mendorong siswa berperilaku membolos meliputi faktor dari diri sendiri, faktor keluarga, dan faktor lingkunga. keterlibatan orang tua dalam perilaku membolos siswa utamanya adalah orang tua tidak terlibat langsung dalam bimbingan konseling guru dengan siswa di sekolah. penanganan yang sudah dilakukan oleh guru bimbingan konseling adalah dengan pendekatan komunikasi interpersonal, guru bimbingan konseling memanggil siswa perilaku membolos untuk dilaksanakan bimbingan, pemangilan orang tua, serta kerja sama dengan wali kelas, kepala sekolah dan orang tua siswa. kata kunci: bimbingan konseling, hambatan komunikasi, komunikasi interpersonal, membolos
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU BIMBINGAN KONSELING (BK) DENGAN SISWA DALAM MENANGANI PERILAKU MEMBOLOS DI SMAN 1 KOTA SUBULUSSALAM. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Ilmu Komunikasi,2025
Baca Juga : ANALISIS KOMITMEN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBERIKAN LAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMP KOTA BANDA ACEH (Syakira Zharifa, 2025)
Abstract
This research is motivated by the frequent truant behavior that appears at SMA Negeri 1 Subulussalam city. So there is a need for studies related to students' truant behavior regarding what interpersonal communication barriers occur between guidance and counseling teachers and truant students, the approaches taken by counseling guidance teachers and truant students. This research was conducted on class X and XI students who often played truant. Data collection techniques were carried out using documentation and interviews. The results of this research show that the interpersonal communication barriers that occur between guidance and counseling teachers and truant students at SMA Negeri 1 Subulussalam City are perception barriers, cultural barriers, language barriers and communication styles. Factors that encourage students to behave truant include personal factors, family factors, and environmental factors. Parental involvement in students' truant behavior is mainly because parents are not directly involved in teacher counseling with students at school. The handling that has been carried out by the guidance and counseling teacher is an interpersonal communication approach, the guidance and counseling teacher calls students for truant behavior for guidance, calls parents, and collaborates with the homeroom teacher, school principal and students' parents. Keywords: Communication Barriers, Counseling Guidance Teachers, Interpersonal Communication, Skipping Class