Guru seharusnya mampu menerapkan lima unsur-unsur keutamaan kewibawaan (high touch) dalam kehidupan sehari-hari yaitu pengakuan dan penerimaan, kasih sayang dan kelembutan, penguatan tindakan tegas yang mendidik, dan pengarahan dan keteladanan. high touch akan mendekat dan melekatkan hubungan peserta didik kepada guru, dengan tetap mendorong kemandirian peserta didik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa mengenai implementasi hight touch oleh guru di smk banda aceh. adapun jumlah untuk populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa smk 1, smk 2 dan smk 3 banda aceh. jumlah sampel penelitian adalah 341 siswa, pemilihan sampel dilakukan dengan teknik probability yaitu multistage random sampling. cara mengumpulkan data menggunakan skala persepsi siswa mengenai implementasi high touch guru. teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. berdasarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa gambaran persepsi siswa mengenai implementasi high touch oleh guru smk banda aceh sebagian besar berada pada tingkatan sedang sebanyak 262 siswa (76,83%), yang mana siswa berpersepsi bahwa guru kurang mampu mengimplementasikan unsur-unsur high touch artinya pengimplementasian high touch belum berada dalam posisi baik, karena masih berada di tingkatan sedang. hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu tinjauan mengenai wibawa guru disekolah
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERSEPSI SISWA MENGENAI IMPLEMENTASI HIGH TOUCH OLEH GURU DI SMK BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas KIP,2024
Baca Juga : KORELASI PERSEPSI SISWA MENGENAI KEPEDULIAN GURU DENGAN HARGA DIRI SISWA (TIFANI MUTIA PUTRI, 2020)
Abstract
Teachers should be able to apply the five elements of authoritative excellence (High Touch) in daily life, namely recognition and acceptance, affection and gentleness, reinforcing educationally firm actions, guidance, and exemplary behavior. High Touch fosters closer and more connected relationships between students and teachers while still encouraging students’ independence. This study aims to understand students' perceptions of the implementation of High Touch by teachers in vocational high schools (SMKs) in Banda Aceh. The study population includes all students from SMK 1, SMK 2, and SMK 3 Banda Aceh, with a sample size of 341 students selected using a probability sampling technique, specifically multistage random sampling. Data collection was conducted using the Student Perception Scale on High Touch Implementation by Teachers. The data analysis technique employed was descriptive statistical analysis. The statistical analysis results reveal that the majority of students' perceptions of the High Touch implementation by SMK teachers in Banda Aceh fall into the moderate category, with 262 students (76.83%) indicating that teachers are perceived as less capable of implementing High Touch elements. This suggests that the implementation of High Touch has not reached an optimal level, as it remains in the moderate range. The findings of this study provide an important perspective on teachers' authority in schools.
Baca Juga : PERSEPSI GURU SEJARAH SMA NEGERI SEKOTA BANDA ACEH TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA (Hajar Rahmanita, 2024)