Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Fadhli Munif, PERBANDINGAN DERAJAT ALBUMINURIA SEBELUM DAN SESUDAH PUASA RAMADHAN PADA PASIEN NEFROPATI DIABETIKUM DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2024

Nefropati diabetik (nd) merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal tahap akhir (pgta), dengan albuminuria sebagai penanda penting untuk deteksi dan progresinya. puasa ramadhan, yang setiap tahunnya dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia, dapat memengaruhi fungsi ginjal melalui berbagai mekanisme fisiologis. tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan derajat albuminuria sebelum dan sesudah puasa ramadhan pada pasien nefropati diabetik di rsud dr. zainoel abidin banda aceh tahun 2024. penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional ini dilaksanakan pada oktober 2024, melibatkan 36 pasien dewasa (>18 tahun) yang didiagnosis dengan nd dan menjalankan puasa ramadhan. sampel dipilih melalui teknik total sampling dari poliklinik endokrin rsudza banda aceh antara januari 2024 sampai april 2024. data yang dikumpulkan merupakan data sekunder dari rekam medis pasien. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek penelitian didominasi oleh laki-laki (55,6%), kelompok usia antara 50-60 tahun (58,3%), obesitas (72,2%), dan memiliki riwayat keluarga dengan diabetes mellitus (58,3%). sebelum puasa, hasil urinalisis subjek paling banyak menunjukkan albuminuria 4+ (38,9%). setelah puasa, hasil urinalisis subjek mayoritas menunjukkan hasil albuminuria 3+ (33,3%). analisis hasil uji wilcoxon signed-rank menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara derajat albuminuria sebelum dan sesudah puasa (p < 0,01) dengan arah efek menurun (z =-3,771) dan effect size yang kuat (rg =-1). tidak ada peserta yang menunjukkan peningkatan albuminuria setelah puasa ramadhan. penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan derajat albuminuria yang signifikan setelah pasien menjalani puasa ramadhan, mengindikasikan potensi efek protektif ginjal dari puasa ramadhan. kata kunci: puasa ramadhan, nefropati diabetik (nd), albuminuria



Abstract

Diabetic nephropathy (DN) is one of the primary causes of end-stage renal disease (ESRD), with albuminuria serving as an important marker for its detection and progression. Ramadan fasting, which is observed annually by Muslims worldwide, can influence renal function through various physiological mechanisms. This study aims to compare the degree of albuminuria before and after Ramadan fasting in diabetic nephropathy patients at RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh in 2024. This cross-sectional observational analytic study conducted in October 2024, involved 36 adult patients (over 18 years old) diagnosed with diabetic nephropathy who observed Ramadan fasting. The sample was selected through total sampling from the Endocrinology Polyclinic at RSUDZA Banda Aceh between January 2024 and April 2024. The data collected were secondary data from patient medical records. The study results indicate that the research subjects were predominantly male (55.6%), aged between 50-60 years (58.3%), obese (72.2%), and had a family history of diabetes mellitus (58.3%). Before fasting, the urinalysis results most commonly showed albuminuria 4+ (38.9%). After fasting, the majority of subjects had albuminuria at 3+ (33.3%). Analysis using the Wilcoxon Signed-Rank test showed a significant difference in the degree of albuminuria before and after fasting (p < 0.01) with a decreasing trend (z = -3.771) and a strong effect size (rg = -1). No participants exhibited an increase in albuminuria after Ramadan fasting. This study demonstrates a significant reduction in the degree of albuminuria following Ramadan fasting, indicating the potential protective effects of Ramadan fasting on renal function./ Keywords: Ramadan Fasting, Diabetic Nephropathy (DN), Albuminuria



    SERVICES DESK