Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi setelah penyakit jantung dan kanker. dari berbagai faktor resiko, hiperglikemia merupakan salah satu faktor resiko penting untuk terjadinya stroke. selain sebagai faktor resiko, hiperglikemia bisa timbul pada penderita stroke yang menandakan adanya diabetes melitus, tetapi dapat pula merupakan tanda respon neuroendokrin terhadap stres (hiperglikemia reaktif). tujuannya untuk mengetahui kadar glukosa darah sewaktu dengan luas lesi dan jenis stroke. penelitian cross sectional, penelitian dilakukan terhadap penderita stroke iskemik dan hemoragik yang dirawat di ruang rawat inap saraf rsud dr. zainoel abidin. sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 orang yang terdiri dari 22 orang stroke hemoragik dan 57 orang stroke iskemik. hasil analisa data menggunakan uji-t diperoleh rata-rata kadar glukosa darah sewaktu stroke hemoragik lebih tinggi secara bermakna dibandingkan stroke iskemik (stroke hemoragik 203,36±102,82mg/dl, stroke iskemik 140,33±66,6mg/dl). hasil uji analisis korelasi pearson menunjukkan terdapat hubungan kadar glukosa darah sewaktu dengan luas lesi pada stroke hemoragik (p = 0,001). hasil uji-t menunjukkan terdapat hubungan kadar glukosa darah sewaktu dengan luas lesi stroke iskemik (p = 0,005). hasil uji chi-square terdapat hubungan kadar glukosa darah sewaktu dengan jenis stroke (p = 0,002). kadar glukosa darah sewaktu dapat membantu diagnosa jenis stroke. kata kunci: kadar glukosa darah sewaktu, luas lesi, jenis stroke
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DENGAN LUAS LESI DAN JENIS STROKE. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2013
Baca Juga : PREDIKTOR TEKANAN DARAH, KADAR GULA DARAH, DAN GLASGOW COMA SCALE TERHADAP MORTALITAS PENDERITA STROKE HEMORAGIK INTRASEREBRAL AKUT (Shefina Pyeloni Harnold, 2025)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE ISKEMIK DENGAN LESI INFARK (Satria Utama, 2015)