Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, korupsi, teknologi informasi dan komunikasi, dan pengeluaran operasional pendidikan terhadap kerusakan lingkungan serta menyelidiki keberadaan environmental kuznets curve di asean-10. penelitian ini dilakukan menggunakan regresi data panel pada 10 negara asean selama periode waktu 2002 hingga 2020 dengan metode ardl. hasil estimasi dalam jangka pendek adalah pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif signifikan dan pengendalian korupsi berpengaruh negatif signifikan terhadap kerusakan lingkungan, sedangkan teknologi informasi dan komunikasi dan pengeluaran operasional pendidikan tidak berpengaruh signifikan. dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomi, pengendalian korupsi, teknologi informasi dan komunikasi, dan pengeluaran operasional pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kerusakan lingkungan. dengan menggunakan pertumbuhan ekonomi kuadrat, kurva ekc tidak berlaku dalam jangka pendek di asean kecuali di malaysia dan thailand. kurva ekc berlaku dalam jangka panjang di asean. oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas ekonomi dan pemerintahan, serta investasi dalam pendidikan dan teknologi berpotensi untuk mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas ekonomi yang menurunkan kualitas lingkungan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, KORUPSI, TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI, SERTA PENGELUARAN OPERASIONAL PENDIDIKAN TERHADAP KERUSAKAN LINGKUNGAN DI ASEAN-10. Banda Aceh Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi,2024
Baca Juga : PENGARUH BELANJA PEMERINTAH DAN EKSPOR NETTO TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA (SHELLA FEBRIYATARI, 2019)
Abstract
This study objective is to analyze the effect of economic growth, corruption, information and communication technology, and education expenditure on environmental degradation and investigate the existence of Environmental Kuznets Curve in ASEAN-10. This study was analyzed using panel data regression on 10 ASEAN countries from 2002 to 2020 with ARDL method. The estimation of short-term results shows that economic growth has a significant positive effect on environmental degradation, while corruption control has a significant negative effect. However, information and communication technology and education expenditure have an insignificant effect. In the long run, economic growth, corruption control, information and communication technology, and education expenditure has a negative and significant effect on environmental degradation. The EKC curve, using quadratic economic growth, does not valid in the short run in ASEAN but only in Malaysia and Thailand. The EKC curve is valid in the long run in ASEAN. Therefore, it is necessary to enhance the quality of the economy and governance, and investment in education and technology has the potential to mitigate environmental impacts stemming from economic activities that deteriorate the quality of the environment.
Baca Juga : ANALISIS PERKEMBANGAN TRANSPORTASI UDARA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI NEGARA-NEGARA ASEAN (RIZKY ANANDA, 2018)