Jejak ekologi digunakan sebagai alat perencanaan pembangunan berkelanjutan untuk menilai aktivitas manusia dan meningkatkan kesadaran dalam mengelola sumber daya alam (sda) secara lebih baik dan komprehensif. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak natural resources rents (rent mineral dan rent hutan) dan modal manusia melalui variabel moderasi yaitu inovasi teknologi terhadap jejak ekologi. di samping itu, penelitian ini juga menginvestigasi hipotesis environmental kuznets curve (ekc) menggunakan data tahunan periode 1991-2021 di indonesia. metode analisis yang digunakan adalah ardl (autoregressive distributed lag). hasil ardl menunjukkan bahwa semua variabel meningkatkan jejak ekologi dalam jangka pendek. namun, inovasi teknologi terbukti memiliki efek moderasi dalam melemahkan dampak negatif modal manusia dalam jangka pendek dan rent mineral dalam jangka panjang. hubungan antara pendapatan per kapita dan jejak ekologi ditunjukkan dalam hasil uji ekc pada kurva kuznets kubik berbentuk n di indonesia. hasil ini menunjukkan bahwa pada tahap pembangunan ekonomi yang lebih tinggi, jika inovasi tidak mengimbangi laju ekspansi ekonomi, maka pencemaran lingkungan dapat meningkat kembali. pemerintah disarankan untuk mendorong penelitian, pengembangan, dan penggunaan energi terbarukan serta dapat memasukkan pendidikan lingkungan dalam kurikulum formal untuk meningkatkan kesadaran praktik berkelanjutan sejak dini.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGARUH NATURAL RESOURCES RENTS DAN MODAL MANUSIA TERHADAP JEJAK EKOLOGI DI INDONESIA: INOVASI TEKNOLOGI SEBAGAI MODERASI. Banda Aceh Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi,2024
Baca Juga : ANALISIS SISTEM KERJA KINERJA TINGGI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DI ACEH (Hasrati, 2020)
Abstract
Ecological footprint is used as a sustainable development planning tool to assess human activities and raise awareness in managing natural resources (SDA) better and more comprehensively. This study aims to analyze the impact of natural resource rents (mineral rents and forest rents) and human capital through the moderating variable of technological innovation on ecological footprint. In addition, this study also investigates the Environmental Kuznets Curve (EKC) hypothesis using annual data for the 1991-2021 period in Indonesia. The analysis method used is ARDL (Autoregressive Distributed Lag). The ARDL results show that all variables increase the ecological footprint in the short run. However, technological innovation is shown to have a moderating effect in weakening the negative impact of human capital in the short run and mineral rents in the long run. The relationship between per capita income and ecological footprint is shown in the EKC test results on the N-shaped cubic Kuznets Curve in Indonesia. These results suggest that at higher stages of economic development, if innovation does not keep pace with the pace of economic expansion, then environmental pollution may increase again. The government is advised to encourage research, development, and use of renewable energy and can include environmental education in the formal curriculum to raise awareness of sustainable practices from an early age.
Baca Juga : PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DENGAN OPINI AUDIT SEBAGAI VARIABEL MODERATING (NINDA MERSA LINA, 2025)