Bencana penyakit infeksi emerging dan re-emerging adalah salah satu permasalahan kesehatan utama di seluruh dunia. penularan penyakit-penyakit ini tidak melalui manusia langsung, melainkan terjadi karena interaksi vektor, inang hewan, kondisi iklim, patogen, dan kerentanan populasi manusia yang memengaruhi. tenaga kesehatan berperan penting sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, terutama yang berkaitan dengan kejadian wabah penyakit infeksi. namun, kesiapsiagaan dan kemampuan tenaga kesehatan dalam merespons penyakit infeksi emerging dan re-emerging seringkali masih memiliki kendala dari berbagai faktor. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi bencana penyakit infeksi emerging dan re-emerging di banda aceh dan aceh besar. penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dan dengan jumlah sampel 393 tenaga kesehatan di kota banda aceh dan kabupaten aceh besar. mayoritas responden berjumlah 262 orang (66,6%) berada pada kategori sangat siap, dan hasil uji spearman’s rho pada ci 95% dan α 0,05 menunjukkan hubungan signifikan antara kapasitas tenaga kesehatan dengaan kesiapsiagaan dengan p-value < 0,001. sikap memiliki hubungan lemah dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana penyakit infeksi emerging dan re-emerging. pengetahuan serta kebijakan/panduan menunjukkan hubungan sedang, sedangkan rencana tanggap darurat, peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya memiliki hubungan yang kuat.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN KAPASITAS TENAGA KESEHATAN DENGAN KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA PENYAKIT INFEKSI EMERGING DAN RE-EMERGING DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2024
Baca Juga : PENGARUH SUKU BUNGA THE FED TERHADAP SUKU BUNGA BANK SENTRAL NEGARA EMERGING MARKET (GILANG ALVINNO ZULKARNAIN, 2019)
Abstract
Emerging and re-emerging infectious disease outbreaks are one of the major global health issues. The transmission of these diseases does not occur directly between humans but arises due to interactions among vectors, animal hosts, climatic conditions, pathogens, and the vulnerability of human populations. Healthcare workers play a crucial role as the frontline in disaster management, particularly concerning infectious disease outbreaks. However, the preparedness and ability of healthcare workers to respond to emerging and re-emerging infectious diseases often face challenges due to various factors. This study aims to assess the preparedness of healthcare workers in facing emerging and re-emerging infectious disease disasters in Banda Aceh and Aceh Besar. This research is an observational analytic study with a cross-sectional design and a sample size of 393 healthcare workers in Banda Aceh City and Aceh Besar District. The majority of respondents, totaling 262 people (66.6%), were categorized as highly prepared, and the results of the Spearman's rho test at a 95% confidence interval and α = 0.05 showed a significant relationship between the capacity of healthcare workers and preparedness with a p-value < 0.001. Attitudes were found to have a weak relationship with preparedness in facing emerging and re-emerging infectious disease disasters. Knowledge and policies/guidelines showed a moderate relationship, while emergency response plans, early warning systems, and resource mobilization exhibited a strong relationship.