Fenomena pengungsian rohingya telah menjadi perhatian global, termasuk di indonesia yang menjadi salah satu negara transit. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pemerintah kabupaten aceh barat dalam melokalisasi pengungsi rohingya di desa bereugang, kecamatan kaway xvi, serta dampaknya terhadap masyarakat setempat. dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. teori pengambilan keputusan oleh george r.terry (1972) digunakan untuk memahami proses pembuatan kebijakan dalam situasi darurat, di mana pemerintah mempertimbangkan berbagai faktor seperti kelayakan infrastruktur, jarak dari pemukiman warga, serta kemudahan pengawasan. hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan untuk melokalisasi pengungsi didorong oleh faktor kelayakan infrastruktur, jarak yang cukup dari pemukiman warga, dan kemudahan pengawasan oleh pemerintah daerah. namun, lokalisasi ini menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat setempat, seperti penolakan karena kekhawatiran terkait ketegangan sosial, tantangan keamanan, serta perbedaan budaya dan bahasa. penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian mengenai penanganan pengungsi dan dampaknya terhadap masyarakat lokal. kata kunci: pengungsi rohingya, lokalisasi, aceh barat, masyarakat lokal
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FENOMENA LOKALISASI PENGUNGSI ROHINGYA DI KABUPATEN ACEH BARAT (STUDI KASUS DESA BEREUGANG KECAMATAN KAWAY XVI). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,2024
Baca Juga : ASAS NON REFOULEMENT DALAM PENANGANAN PENGUNGSI ROHINGYA DI ACEH (ZULFAHMI, 2024)
Abstract
The Rohingya refugee phenomenon has become a global concern, including in Indonesia, which is one of the transit countries. This research aims to analyse the factors influencing the West Aceh District Government's decision to localize Rohingya refugees in Bereugang Village, Kaway XVI Sub-district, and its impact on the local community. Using a descriptive qualitative method and a case study approach, this research collected data through in-depth interviews, observation, and documentation. George R.Terry (1972)'s Decision Making Theory was used to understand the policy-making process in emergency situations, where the government considers various factors such as the feasibility of infrastructure, distance from residential areas, and ease of supervision. The results showed that the decision to localize refugees was driven by the feasibility of infrastructure, sufficient distance from residential areas, and ease of supervision by the local government. However, this localization caused negative reactions from the local community, such as rejection due to concerns related to social tensions, security challenges, and cultural and language differences. This research is expected to contribute to the study of refugee handling and its impact on local communities. Keywords: Rohingya refugees, localization, West Aceh, local community
Baca Juga : CONSTITUTIONAL PROTECTION FOR CHILD REFUGEE IN INDONESIA: THE ROHINGYA CASE IN ACEH (SRI MULIANA AZHARI, 2021)