Stunting masih menjadi masalah serius di indonesia dimana pada tahun 2022 angka kejadian stunting adalah 21,6%.tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas kuta alam, kota banda aceh. penelitian ini dilakukan dari tanggal 24 september hingga 24 oktober 2024. jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. populasi penelitian ini merupakan seluruh orangtua yang memiliki anak stunting usia 13-60 bulan di wilayah kerja puskesmas kuta alam, kota banda aceh. penelitian ini menggunakan 39 sampel kasus yang diambil sesuai kriteria inklusi dan eksklusi serta 39 sampel kontrol. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji spearman rank terdapat tiga variabel yang berpengaruh terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas kuta alam, kota banda aceh, yaitu status kelengkapan imunisasi dasar (p=0,001), sanitasi (p=0,003), dan tingkat pendidikan ibu (p=0,008). hasil uji determinan odd ratio menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu (p=0,008, or=0,308) merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 13-60 bulan di wilayah kerja puskesmas kuta alam kota banda aceh. sehingga, dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini, faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 13-60 bulan di wilayah kerja puskesmas kuta alam, banda aceh adalah tingkat pendidikan ibu. kata kunci : faktor risiko, stunting, anak, pendidikan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS FAKTOR RISIKO DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 13-60 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,
Baca Juga : ANALISIS FAKTOR RESIKO DETERMINAN DIARE AKUT PADA ANAK USIA 6 BULAN - 5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KREUNG BARONA JAYA ACEH BESAR (NADIA RABIANI, 2026)
Abstract
Stunting is still a serious problem in Indonesia, where in 2022 the incidence of stunting will be 21.6. The aim of this research is to determine the most dominant risk factors for stunting in the Kuta Alam Health Center Work Area, Banda Aceh City. This research was conducted from September 24 to October 24 2024. This research used observational analytical research methods with a cross-sectional design and accidental sampling technique. The population of this study was all parents who had stunted children aged 13-60 months in the Kuta Alam Health Center Working Area, Banda Aceh City. This study used 39 case samples taken according to inclusion and exclusion criteria and 39 control samples. The results of this study show that based on the Spearman Rank test, there are three variables that influence the incidence of stunting in the Kuta Alam Health Center Work Area, Banda Aceh City, namely basic immunization completeness status (p=0.001), sanitation (p=0.003), and maternal education level. (p=0.008). The results of the odds ratio determinant test show that the mother's education level (p=0.008, OR=0.308) is the risk factor that has the most influence on the incidence of stunting in children aged 13-60 months in the Kuta Alam Community Health Center Working Area, Banda Aceh City. Thus, the coclussion, in this study the most dominant risk factor influencing the incidence of stunting in children aged 13-60 months in the Kuta Alam Community Health Center Working Area, Banda Aceh was the mother's education level. Keywords: risk factor, stunting, child, maternal education level.
Baca Juga : HUBUNGAN FAKTOR WATER, SANITATION, AND HYGIENE DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI PUSKESMAS BANDA RAYA KOTA BANDA ACEH (Syaula Rahmadina Effendi, 2025)