Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Clara Fidela Chandra, ANALISIS FAKTOR RISIKO DETERMINAN PENOLAKAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2024

Imunisasi merupakan langkah efektif mencegah penyakit serius pada anak, khususnya balita. namun, program kegiatan imunisasi di indonesia terkendala persepsi negatif masyarakat yang dipengaruhi berbagai faktor. pendekatan holistik dan komprehensif diperlukan untuk mengatasi persepsi yang memengaruhi sikap masyarakat terhadap imunisasi. tujuan penelitian adalah untuk mencari faktor risiko penolakan imunisasi dasar yang paling dominan di wilayah kerja puskesmas kuta alam kota banda aceh. penelitian ini pada bulan september 2024 dengan metode kuantitatif. jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. populasi/subjek dari penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja puskesmas kuta alam. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling dan besar sampel 85 responden. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 85 sampel, 50 sampel menolak imunisasi. terdapat 44 (51,7%) pendidikan ibu yang tinggi, 25 (29,41%) ibu yang tidak bekerja, 31 (36,4%) pengetahuan ibu yang kurang, 36 (42,3%) sikap ibu yang baik, 50 (58,8%) tidak didukung oleh keluarga, 45 (52,9%) tidak didukung oleh petugas kesehatan, 39 (45,8%) tidak mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan. hasil uji analisis chi-square menunjukkan semua variabel berpengaruh terhadap penolakan imunisasi dasar di wilayah kerja puskesmas kuta alam, kota banda aceh, yaitu pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengetahuan ibu, sikap ibu, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan (p=0,000), dan akses pelayanan kesehatan (p=0,001). faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap penolakan imunisasi dasar di wilayah kerja puskesmas kuta alam kota banda aceh adalah dukungan keluarga (p=0,000, or=32,545).



Abstract

Imunisasi merupakan langkah efektif mencegah penyakit serius pada anak, khususnya balita. Namun, program kegiatan imunisasi di Indonesia terkendala persepsi negatif masyarakat yang dipengaruhi berbagai faktor. Pendekatan holistik dan komprehensif diperlukan untuk mengatasi persepsi yang memengaruhi sikap masyarakat terhadap imunisasi. Tujuan penelitian adalah untuk mencari faktor risiko penolakan imunisasi dasar yang paling dominan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Penelitian ini pada bulan September 2024 dengan metode kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi/subjek dari penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling dan besar sampel 85 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 85 sampel, 50 sampel menolak imunisasi. Terdapat 44 (51,7%) pendidikan ibu yang tinggi, 25 (29,41%) ibu yang tidak bekerja, 31 (36,4%) pengetahuan ibu yang kurang, 36 (42,3%) sikap ibu yang baik, 50 (58,8%) tidak didukung oleh keluarga, 45 (52,9%) tidak didukung oleh petugas kesehatan, 39 (45,8%) tidak mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Hasil Uji analisis Chi-Square menunjukkan semua variabel berpengaruh terhadap penolakan imunisasi dasar di wilayah kerja puskesmas kuta Alam, kota Banda Aceh, yaitu pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengetahuan ibu, sikap ibu, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan (p=0,000), dan akses pelayanan kesehatan (p=0,001). Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap penolakan imunisasi dasar di wilayah kerja puskesmas kuta alam kota Banda Aceh adalah dukungan keluarga (p=0,000, OR=32,545).



    SERVICES DESK