Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Faiza Ramadhani, HUBUNGAN LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DAN FAKTOR DEMOGRAFIS TERHADAP TINGKAT STRES PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,

Gagal ginjal kronik (ggk) adalah kondisi medis yang sering memerlukan hemodialisis sebagai terapi pengganti untuk mendukung fungsi ginjal yang terganggu. proses hemodialisis dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis pasien karena prosedur yang berulang dan perubahan signifikan dalam gaya hidup, salah satunya adalah stres psikologi. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menjalani hemodialisis dan faktor demografis (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan) terhadap tingkat stres pada pasien ggk yang menjalani hemodialisis di rsudza banda aceh. penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan crosssectional, melibatkan 75 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. pengumpulan data dilakukan dari bulan agustus sampai oktober 2024 di unit hemodialisis rsudza banda aceh. data mengenai karakteristik demografis dan tingkat stres dikumpulkan menggunakan data pasien dan kuesioner dass-42, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. mayoritas pasien ggk yang menjalani hemodialisis di rsudza banda aceh adalah perempuan (53,3%), dengan kelompok usia lansia awal (46–55 tahun) mendominasi (32%). sebagian besar responden memiliki pendidikan tinggi (42,7%) dan status pekerjaan yang hampir seimbang, dengan 50,7% bekerja. sebanyak 34,7% pasien telah menjalani hemodialisis lebih dari 36 bulan, dan mayoritas memiliki tingkat stres normal (73,3%). analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin dan tingkat pendidikan dengan tingkat stres (p-value = 0,050). temuan ini menyoroti pentingnya memperhatikan faktor demografis tertentu dalam manajemen stres pada pasien ggk yang menjalani hemodialisis. kata kunci: lama menjalani hemodialisis, faktor demografis, tingkat stes



Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a medical condition that often requires hemodialysis as a replacement therapy to support impaired kidney function. The hemodialysis process can impact patients' physical and psychological health due to its repetitive procedures and significant lifestyle changes, including psychological stress. This study aims to analyze the relationship between the duration of hemodialysis and demographic factors (age, gender, education level, and employment status) with stress levels in CKD patients undergoing hemodialysis at RSUDZA Banda Aceh. This research used an observational analytic method with a cross-sectional approach, involving 75 respondents selected through purposive sampling. Data collection was conducted from August to October 2024 in the Hemodialysis Unit at RSUDZA Banda Aceh. Data on demographic characteristics and stress levels were collected using patient data and the DASS-42 questionnaire and analyzed using the chi-square test. The majority of CKD patients undergoing hemodialysis at RSUDZA Banda Aceh were female (53.3%), with the early elderly age group (46–55 years) dominating (32%). Most respondents had higher education levels (42.7%) and balanced employment status, with 50.7% being employed. A total of 34.7% of patients had undergone hemodialysis for more than 36 months, and the majority exhibited normal stress levels (73.3%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between gender and education level with stress levels (p-value < 0.050), while age, employment status, and duration of hemodialysis were not significantly related to stress levels (p-value > 0.050). These findings highlight the importance of considering specific demographic factors in managing stress among CKD patients undergoing hemodialysis. Keywords: Duration of hemodialysis, demographic factors, stress levels



    SERVICES DESK