Gadis saradiva (2024). rekonstruksi kesenian dalam tradisi resam munoling pada masyarakat kebayakan kabupaten aceh tengah. skripsi universitas syiah kuala. dibawah bimbingan ramdiana, s.sn.,m.sn., dan dr. rida safuan selian, m.pd. tradisi resam munoling merupakan warisan budaya masyarakat gayo di kebayakan, aceh tengah, yang mencerminkan semangat gotong royong dan nilai- nilai seni dalam aktivitas panen padi. namun, perkembangan teknologi dan perubahan sosial mengakibatkan tradisi ini mulai memudar, terutama elemen kesenian berupa nyanyian tradisional dan iringan alat musik canang. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi rekonstruksi kesenian dalam tradisi resam munoling, sehingga tradisi tersebut dapat dilestarikan dan kembali relevan di masyarakat. pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di kecamatan kebayakan. subjek penelitian meliputi pelaku seni, petani, dan masyarakat yang memahami tradisi ini. penelitian mengidentifikasi lima strategi utama dalam rekonstruksi: pemetaan dan pendokumentasian, pelatihan dan pendidikan, kolaborasi dengan seniman, penggunaan teknologi, serta dukungan pemerintah. hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi tradisi resam munoling dapat dilakukan dengan mendokumentasikan elemen-elemen seni seperti musik, nyanyian, dan kostum, melibatkan seniman lokal untuk mengajarkan keterampilan tradisional, serta memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan pelestarian. dukungan pemerintah berupa kebijakan, pendanaan, dan penyelenggaraan festival budaya juga berperan signifikan. penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi sebagai upaya mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. strategi rekonstruksi yang dilakukan tidak hanya menghidupkan kembali seni tradisional tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat kebayakan. kata kunci: kesenian resam munoling, strategi rekonstruksi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
REKONSTRUKSI KESENIAN DALAM TRADISI RESAM MUNOLING PADA MASYARAKAT KEBAYAKAN KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1),2024
Baca Juga : KEBERADAAN TARI RESAM BERUME DI SANGGAR 1001 KABUPATEN ACEH TENGAH (Latifah Elviana, 2021)
Abstract
Gadis Saradiva (2024). Reconstruction of Arts in the Resam Munoling Tradition of the Kebayakan Community, Central Aceh Regency. Undergraduate Thesis, Syiah Kuala University. Supervised by Ramdiana, S.Sn., M.Sn., and Dr. Rida Safuan Selian, M.Pd. The Resam Munoling tradition is a cultural heritage of the Gayo community in Kebayakan, Central Aceh, reflecting the spirit of mutual cooperation and artistic values in rice harvesting activities. However, technological advancements and social changes have caused this tradition to fade, particularly the artistic elements such as traditional songs and the accompaniment of canang musical instruments. This study aims to analyze the strategies for reconstructing the artistic aspects of the Resam Munoling tradition so that it can be preserved and remain relevant in society. The research employed a qualitative approach with descriptive analysis. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation in Kebayakan District. The study subjects included artists, farmers, and community members who are knowledgeable about this tradition. The research identified five key strategies for reconstruction: mapping and documentation, training and education, collaboration with artists, utilization of technology, and government support. The findings indicate that reconstructing the Resam Munoling tradition can be achieved by documenting artistic elements such as music, songs, and costumes, engaging local artists to teach traditional skills, and leveraging digital technology for promotion and preservation. Government support through policies, funding, and cultural festivals also plays a significant role. This study underscores the importance of preserving traditions as an effort to maintain cultural identity and local wisdom. The reconstruction strategies not only revive traditional arts but also strengthen the sense of community among the Kebayakan people. Keywords: Resam Munoling arts, reconstruction strategies
Baca Juga : LAGU TAWAR SEDENGE DI KABUPATEN ACEH TENGAH (IIN NOVITASARI, 2015)