Penelitian mengenai efektivitas pemberian penghambat enzim pengubah angiotensin (ace-i) dan penghambat reseptor neprilysin angiotensin (arni) yang berkorelasi dengan fungsi sistolik ventrikel kanan pada fraksi ejeksi berkurang akibat gagal jantung (hfref) masih minim. dari 55 orang (27 pada kelompok ace-i dan 28 pada kelompok arni, kedua kelompok menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik pada nilai strain (s') (ace-i: 9,35 (8,08-12,20) vs 10,22 (8,50-13,00), p = 0,001; arni: 8,70 (7,85-11,80) vs 10,77 (7,78-13,77), p = 0,000), dengan nilai terminal s' dari kedua kelompok tersebut konvergen. peningkatan signifikan pada nilai fac diamati pada kedua kelompok terapi (acei: 34,00 (33,00-36,00) vs 35,00 (30,00-38,00), p = 0,006; arni: 32,00 (31,00- 35,00) vs 37,00 (30,00-39,00), p=0,000), dengan nilai fac akhir dari kedua kelompok yang analog. tidak ada perubahan signifikan yang diamati dalam skor tapse untuk kedua kelompok (ace-i: 17,00 (13,00-18,00) vs. 17,00 (13,00- 18,00), p=0,954; arni: 16,00 (12,00-16,00) vs. 16,00 (13,00-18,00), p=0,079), dengan skor tapse akhir dari kedua kelompok yang sebanding. arni lebih baik daripada ace-i dalam meningkatkan fungsi sistolik kanan dengan metode fac dan s’, meskipun ditemukan bahwa kedua terapi dapat meningkatkan fungsi sistolik ventrikel kanan. namun, penyelidikan lebih lanjut yang melibatkan kelompok yang lebih besar atau uji klinis acak diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERAN PENYEKAT ENZIM PENGUBAH ANGIOTENSIN ATAU ANGIOTENSIN RECEPTOR NEPRYLISIN INHIBITOR TERHADAP FUNGSI SISTOLIK VENTRIKEL KANAN PADA PENDERITA GAGAL JANTUNG DENGAN PENURUNAN FRAKSI EJEKSI VENTRIKEL KIRI : STUDI KOHORT PROSPEKTIF. Banda Aceh Program Pendidikan Dokter Spesialis-I - Jantung dan Pembuluh Darah,2024
Baca Juga : NILAI PREDIKSI RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT PADA PENDERITA GAGAL JANTUNG DENGAN PENURUNAN FRAKSI EJEKSI VENTRIKEL KIRI YANG DITERAPI DENGAN PENYEKAT ACE ATAU ARNI TERHADAP LUARAN KLINIS DAN PROGNOSIS PENDERITA: STUDI KOHORT PROSPEKTIF PADA POPULASI SUKU ACEH (Rizki Novia, 2024)
Abstract
Research regarding the effectiveness of angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACE-I) and angiotensin receptor neprilysin inhibitors (ARNI) administration as correlated with right ventricular systolic function in heart failure reduced ejection fraction (HFrEF) is still minimal. Of 55 people (27 on ACE-I group and 28 on ARNI group, both cohorts demonstrated a statistically significant enhancement in the strain (S’) value (ACE-I: 9.35 (8.08-12.20) vs 10.22 (8.50-13.00), p=0.001; ARNI: 8.70 (7.85-11.80) vs 10.77 (7.78-13.77), p=0.000), with the terminal S’ values of the two groups converging. A significant rise in FAC values was observed in both therapeutic groups (ACE-I: 34.00 (33.00-36.00) vs 35.00 (30.00-38.00), p=0.006; ARNI: 32.00 (31.00-35.00) vs 37.00 (30.00-39.00), p=0.000), with the final FAC values of both cohorts being analogous. No significant alterations were observed in the TAPSE scores for either group (ACE-I: 17.00 (13.00-18.00) vs. 17.00 (13.00- 18.00), p=0.954; ARNI: 16.00 (12.00-16.00) vs. 16.00 (13.00-18.00), p=0.079), with the final TAPSE scores of both cohorts being comparable. ARNI is better than ACE-I in increasing right systolic function with the FAC and S’ methods, although it was found that both therapies can improve right ventricular systolic function. However, further investigations involving larger cohorts or randomised clinical trials are warranted to validate these findings.
Baca Juga : KORELASI ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN VISCERAL FAT DENGAN VARIABILITAS DENYUT JANTUNG PADA PASIEN GAGAL JANTUNG SISTOLIK DENGAN PENURUNAN FRAKSI EJEKSI (AMIRA QISTHY NABILA, 2023)