Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Rayyan Aulia Fawwaz, PERBANDINGAN METODE TOP AIRDECK BLASTING DAN NON AIRDECK BLASTING TERHADAP HASIL FRAGMENTSI BATUAN SERTA DIGGING TIME DI PT SOLUSI BANGUN ANDALAS, ACEH BESAR.. Banda Aceh Fakultas Teknik Pertambangan,2024

Pt solusi bangun andalas merupakan perusahaan pertambangan yang menggunakan penambangan terbuka dengan sistem quarry untuk menambang batu gamping sebagai bahan baku utama untu memproduksi semen. penambangan batu gamping menggunakan metode pengeboran dan peledakan dalam proses pemberaian material. faktor penting dalam peledakan adalah biaya, dampak lingkungan, dan fragmentasi batuan. penelitian bertujuan untuk menganalisis fragmentasi batuan yang dihasilkan, mengurangi waktu penggalian pada pemuatan excavator, dan memperoleh harga pemakain bahan peledak lebih murah. penelitian dibatasi pada analisis fragmentasi batuan menggunakan software split desktop dan perhitungan waktu gali serta harga pemakaian bahan peledak menggunakan software microsoft excel. pada penelitian ini rata-rata nilai p80 untuk metode peledakan non airdeck bernilai 348,75 mm sedangkan pada metode peledakan top airdeck bernilai 361,28 mm. berdasarkan hasil tersebut menyatakan bahwa pada metode peledakan top airdeck mengalami perbedaan angka sebesar 3,59%. waktu penggalian menunjukkan angka yang stabil yaitu 20,08 detik untuk metode top airdeck blasting dan pada metode peledakan konvensional sebesar 21,45 detik. selanjutnya, pada harga pemakaian bahan peledak mengalami penurunan dari metode peledakan non airdeck dengan rata-rata harga rp 1.787.109,03 perlubang menjadi rp 1.487.853,44 perlubang pada peledakan menggunakan top airdeck. peledakan dengan menggunakan metode top airdeck dapat lebih efektif karena fragmentasi yang dihasilkan mendekati dengan peledakan non airdeck dan waktu penggalian juga memiliki hasil rata-rata yang baik. kemudian jika ditinjau berdasarkan rata-rata harga pemakaian bahan peledaknya juga memperoleh harga yang lebih murah dari metode non airdeck. kata kunci: peledakan, fragmentasi, split desktop, digging time, harga pemakaian bahan peledak.



Abstract

PT Solusi Bangun Andalas is a mining company that uses open-pit mining with a quarry system to extract limestone as the main raw material for cement production. Limestone mining employs drilling and blasting methods in the material fragmentation process. Important factors in blasting are cost, environmental impact, and rock fragmentation. The research aims to analyze the resulting rock fragmentation, reduce digging time during excavator loading, and obtain a lower cost for explosive materials. The research is limited to the analysis of rock fragmentation using Split Desktop software and the calculation of excavation time and explosive material costs using Microsoft Excel software. In this study, the average P80 value for the non airdeck blasting method was 348,75 mm, while for the top airdeck blasting method, it was 361,28 mm. Based on these results, it is stated that the top airdeck blasting method experienced a difference of 3,59%. The digging time showed a stable figure of 20,08 seconds for the top airdeck blasting method and 21,45 seconds for the conventional blasting method. Next, the cost of explosive material decreased from the non airdeck blasting method with an average cost of Rp 1,787,109.03 per hole to Rp 1,487,853.44 per hole in blasting using the top airdeck method. Blasting using the top airdeck method can be more effective because the fragmentation produced is similar to non airdeck blasting, and the digging time also yields good average results. Then, if we consider the average cost of explosive material usage, it also results in a lower price compared to non airdeck methods. Keywords: Blasting, Fragmentation, Split Desktop, Digging Time, Cost of Explosive Material Usage



    SERVICES DESK